|
Jakarta Selatan
Kebakaran di Lebak Bulus, Enam Tewas
08 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Enam jenazah korban kebakaran di komplek Kejaksaan Agung, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, disemayamkan di instalasi forensik dan perawatan jenazah Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Keenamnya telah dimasukkan ke dalam peti mati dan tak satupun keluarga mengizinkan peti dibuka kembali.
Sabtu (8/11) dini hari telah terjadi kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jl Adhyaksa blok D 4 no 106 komplek Kejaksaan Agung. Kebakaran itu merenggut nyawa enam orang penghuni rumah dan menciderai satu orang lainnya. Korban yang tewas adalah Evie Kawet, 54 tahun, dua cucunya yaitu Andika, 11 tahun dan Imanuel, 7 tahun dan seorang rekan Evi, Wis, 48 tahun serta dua putrinya Endah, 27 tahun dan Merlin, 21 tahun. Sedangkan korban yang selamat adalah Tabhita, 5 tahun, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit pusat Pertamina.
Menurut keterangan keluarga, saat di evakuasi kondisi ke enam mayat sudah sulit dikenali. “Yang anak-anak itu sudah seperti arang kecuali Evi dan Wis yang masih dikenali,” kata Rudy Watak mantan suami Evi.
Korban Wis adalah teman dekat Evi yang kebetulan tinggal bersama. Sedangkan dua puterinya, menurut Lies Kawet, 50 tahun, sepupu Evi, hanya sesekali datang dan kebetulan berada di rumah itu pada saat kejadian.
Menurut rencana ke enam korban akan dimakamkan Minggu(9/11) namun rencana ini masih dapat berubah mengingat keluarga masih menunggu kedatangan orangtua Imanuel dan Andika. Pasalnya mereka saat ini menetap di Amerika Serikat bersama dua anaknya yang lain. Kemungkinan kepastian tersebut bisa didapatkan malam ini atau esok pagi.
Tempat pemakaman sendiri juga masih belum biasa dipastikan. Lies mengatakan ada dua alternatif tempat yaitu kompleks pemakaman kejaksaan agung di Cibinong atau Tempat Pemakam Umum Tanah Kusir Jakarta. Di Cibinong keluarga masih menegosasikan agar seluruh jenazah dikubur secara bersama di tempat itu pasalnya ada kebijakan bahwa tempat itu hanya dikhususkan bagi karyawan kejaksaan agung. Bila negosiasi itu gagal, kata Lies, maka kemungkinan besar keenamnya dimakamkan di Tanah Kusir.
Deddy Sinaga - Tempo News Room
|