Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Pelaksana: Pembangunan Kemayoran Untungkan Negara
07 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Direktur Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran, Abdul Muis, mengatakan, pembangunan proyek yang akan dilakukan PT Theda Persada Nusantara akan menguntungkan negara. Pasalnya, dalam Kerja Sama Operasional Bagi Hasil Badan Pengelola Komplek Kemayoran dengan PT Theda, negara mendapatkan beberapa keuntungan.

Badan Pengelola hanya menyertakan modal sebesar 206,4 miliar rupiah. Sedangkan PT Theda harus menyertakan modal sebesar Rp 1.697.105.050.494. Apalagi, kata Muis, pemerintah hanya menyediakan tanah seluas 7,25 hektare (dalam proyek awal di blok B2 dan B3), sedangkan sertifikasi, izin, rancang bangun, marketing, operasional maintenance dilaksanakan oleh PT Theda. "Jadi proses pembebasan tanah dari warga liar pun akan
dilakukan oleh mereka (PT Theda)," kata Muis.

Dia menambahkan, dalam skema yang diajukan oleh PT Theda, Badan Pengelola mendapatkan beberapa keuntungan lainnya, yaitu uang muka 6 persen atas nilai tanah seharga Rp 12,38 miliar yang harus dibayarkan seminggu setelah perjanjian ditanda tangani. Selanjutnya, secara escrow, maksimum empat tahun dari tanggal IMB, pengembalian modal sisa 94 persen atas nilai tanah yang sebesar Rp 194 miliar rupiah akan tercapai.

Hal lainnya, kata Muis, Badan Pengelola akan mendapatkan fee sebesar 2,14 persen dari total omzet sejak awal sampai akhir kontrak. Muis memperkirakan total revenue-nya sebesar Rp 382.410,360.000. Apalagi, kata Muis, adanya proyek itu akan menggerakkan sektor ekonomi rakyat. "Daripada tanah dibiarkan dan nantinya akan terisi dengan warga liar," ujar Muis lagi.

Menurut pengamatan Tempo News Room, memang sangat banyak warga pendatang yang menempati tanah milik negara itu. Menurut penuturan warga, tidak kurang sekitar 4000 warga tinggal di Blok B3. Tanah itu mulai dihuni warga pendatang sekitar 1997.

Indra Darmawan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data