|
Bekasi
Warga Bekasi Tolak Kepala Daerah Terpilih
07 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Puluhan warga Bekasi berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Jumat (7/11). Mereka menolak hasil pemilihan bupati Bekasi dan wakilnya, sekaligus mendesak pemilihan ulang.
Dalam orasi, mereka menilai pemilihan kepala daerah yang telah dimenangi pasangan yang dijagokan Fraksi Madani yakni Saleh Manaf dan Solihin Sari, tidak sah dan melanggar tata tertib pemilihan kepala daerah. Selain itu, hasil pemilihan yang diadakan di gedung DPRD Sukamahi, Serang, Senin (3/11) lalu dinilai tidak mencerminkan aspirasi masyarakat Bekasi. Mereka juga menuduh telah terjadi pratik suap dalam pemilihan.
Koordinator unjuk rasa, Hasan, warga Tambun, mengungkapkan warga Bekasi menginginkan seorang pemimpin Bekasi nantinya berasal dari putra daerah Bekasi. "Kami tegaskan seorang bupati Bekasi harus dari daerah ini," kata dia yang disambut tepuk tangan dari pendukung.
Warga mulai berdemonstrasi sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengendarai motor dan membawa spanduk. Spanduk yang meminta dilakukannya pemilihan ulang, dibentangkan sepanjang jalan di depan gedung.
Sementara itu, di dalam gedung DPRD, sedang berlangsung rapat paripurna anggota dewan yang membahas seputar pasca pemilihan kepala daerah yang sempat menjadi polemik. Rapat yang berlangsung dari pukul 11.00 WIB itu dihadiri 22 orang panitia pemilihan.
Siswanto - Tempo News Room
|