Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Amdal Banjir Kanal Timur Hanya Formalitas
07 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hasil investigasi Aliansi Lingkungan Madani (ALAM) menemukan ketidakberesan proses Amdal pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT). Bahkan, kerangka acuan (KA) sebagai bagian dari Amdal, belum disahkan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. "Pekerjaan Amdal dilakukan konsultan yang kurang profesional. Proses tender penyusunan Amdal sarat dengan muatan politis. Pelaksanaan Amdal terkesan main-main," kata Alimin Gidin Nur, Direktur Advokasi Publik ALAM dalam siaran pers tertulis yang diterima TNR, Jumat (7/11). Padahal, BKT merupakan proyek terbesar Pemda DKI Jakarta -alokasi Amdal saja mencapai 800 juta rupiah.

Pembangunan BKT yang dicanangkan Presiden Megawati Soekarnoputri, 10 Juli 2003, diharapkan mampu menjadi pengendali banjir, terutama banjir tahunan. Proyek yang sebenarnya telah dicanangkan 30 tahun lalu, itu akan dilaksanakan secara bertahap dan diharapkan selesai sekitar 7 tahun sejak tahun anggaran 2003/2004. Rencananya, BKT ditujukan untuk melindungi wilayah seluas 270 kilometer persegi di Timur dan Utara Jakarta. Ada 13 kelurahan yang terkena proyek BKT: Cipinang Besar, Cipinang Muara, Pondok Bambu, Duren Sawit, Pondok Kelapa, Malaka Sari, Malaka Jaya, Pondok Kopi, Pulo Gebang, Ujung Menteng, Cakung Timur, Rorotan dan Marunda.

Melalui Perda nomor 2/2003, tertanggal 31 Januari 2003 tentang APBD DKI Jakarta dan SK Gubernur nomor 9/2003, juga tertanggal 31 Januari 2003, Pemda Jakarta menetapkan 3 rincian kegiatan BKT: penyusunan rencana pembangunan BKT (Bapeda DKI Jakarta), Kajian tematis ANDAL BKT (BPLHD DKI Jakarta) dan studi ANDAL BKT (DPU DKI Jakarta).

Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Korban Banjir DKI Minta Polisi Tahan Irma Hurabarat
Banjir di Jakarta Karena Sampah
600 Rumah Terendam di Jakarta Utara
Ciliwung Meluap, Cawang Terendam
Banjir Kembali Melanda Jakarta

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data