|
Jakarta Timur
Polisi Tangkap Bandar Heroin
06 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Sektor Pulo Gadung berhasil menangkap seorang pengedar heroin Armando Tambunan (30) dengan barang bukti sebanyak 100 gram heroin. Namun polisi tidak berhasil menangkap jaringan internasional asal Nigeria yang diduga sebagai pemasok barang pelaku.
"Dari tangan pelaku kita menggeledah sebanyak 100 gram yang kita duga berasal dari orang hitam Nigeria," kata Kapolsek Pulo Gadung, Komisaris Polisi Samsuri.
Armando ditangkap di kosnya yang baru ditempati satu hari, di Cipinang Baru Bundar 35, Minggu lalu. Penangkapan terhadap Armando ini, kata Samsuri berawal dari laporan warga yang mencurigai Armando mengisap heroin di kosnya.
Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Pulo Gadung Inspektur Satu Triza menambahkan, Armando sudah masuk target operasi (TO). Menurutnya, Armando baru keluar dari penjara dua bulan lalu.
"Ia telah masuk bui beberapa kali karena kasus narkoba," kata Triza. Armando yang ditemui di Polsek Pulo Gadung mengatakan mendapatkan barang haram tersebut dari seorang kurir bernama Juni. Ia mengaku baru dua kali menerima barang dari Juni.
Saat ditanya kapan menjadi pengedar, jawaban Armando berubah-ubah. "Satu minggu, eh bukan, satu bulan, bukan deh dua bulan," ujarnya. Yang jelas, kata pria asal Siantar ini, dirinya menjadi pengedar karena kebutuhan hidupnya.
Ia mengaku dari menjual heroin itu dirinya memperoleh uang hingga Rp 60 juta untuk 100 gram yang dia jual per gramnya Rp 400.000. Heroin sebesar 100 gram tersebut dia beli seharga Rp 25 juta. Heroin tersebut menurut pengakuannya hanya dia jual di kawasan Rawamangun.
Namun dari siapa dia mendapatkan pasokan heroin, Armando bersikukuh menolak. "Kalo saya bicara nanti semua ketangkap, dibui itu sudah resiko," katanya tanpa mau menyebut sumber heroin.
Polisi pun mengakui sulit mendapatkan pelaku yang diduga berasal dari jaringan internasional. Kapolsek Samsuri mengatakan polisi telah berusaha memancing agar pelaku keluar dari persembunyiannya, namun selalu gagal. "Orang hitam itu mengumpankan seorang perempuan," kata Samsuri.
Muhamad Fasabeni/Bernarda Rurit - Tempo News Room
|