|
Rencana Kenaikan Air Minum Dipertanyakan
06 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rencana Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso untuk menaikkan tarif air minum mendapatkan reaksi. ?Masa akan dinaikkan lagi,? kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Indah Sukmaningsih, di Jakarta, Kamis (6/11). Apalagi, berdasarkan isu yang berkembang, kenaikannya 30?40 persen.
Indah menilai, kenaikan kali ini hanyalah permainan dari investor asing yang mengelola air minum. Padahal, kata Indah, mereka tidak bisa seenaknya meminta pemerintah untuk mengubah harga sekehendaknya. Ini merupakan pelajaran yang penting bagi Pemerintah DKI untuk lebih berhati-hati menentukan investor asing. ?Padahal kalau kita lihat kualitasnya juga sama saja dengan apa yang dihasilkan PDAM,? tandasnya.
Indah juga menyesalkan sikap Sutiyoso yang dinilainya terpengaruh atas permintaan investor. Padahal persoalan air minum ini memiliki dimensi sosial yang tinggi di masyarakat. Dia meminta agar Gubernur tidak begitu saja mengabulkan permintaan investor, tanpa melihat kenyataan sosial dan ekonomi masyarakat. ?Nah Sutiyoso itu suruhan siapa? Koq mau saja menaikkan harga,? tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika kemudian para investor itu mau pergi, dipersilakan saja. Sebab, kualitas air dari investor asing dengan PDAM ternyata sama saja, sementara harganya berbeda.
Sutiyoso sendiri menilai kenaikan yang akan diberlakukan itu masih dalam batas wajar, sekalipun tak disebutkan berapa persen kenaikannya. Menurut rencana, usulan kenaikan ini akan disampaikan Gubernur ke DPRD DKI, minggu depan.
Andi Dewanto - Tempo News Room
|