|
Jakarta Pusat
Warga Demo Kenaikan Tarif Air Minum
06 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan demonstran gabungan dari berbagai LSM dan kelompok masyarakat melakukan unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (6/11), untuk menolak kenaikan tarif air minum.
Pendemo berasal dari KOMPARTA (Komunitas Pelanggan Air Minum Jakarta), FAMRED (Front Aksi Mahasiswa Reformasi dan Demokrasi), FAM UNIJA (Front Aksi Mahasiswa Universitas Jakarta), SPR (Serikat Pengacara Rakyat), MASPUMI (Masyarakat Peduli Usaha Mikro), KUTIP (Konsorsium Untuk Transparansi Informasi Publik).
Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan meneriakan kata-kata, "Hancurkan rezim penindas rakyat". Mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan "Tolak Privatisasi Air" dan "Pemda DKI dan DPRD Goblok".
Dalam pernyataannya, mereka menolak kenaikan tarif air minum yang telah diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada DPRD dalam memenuhi permintaan mitra asing, sebelum dilakukannya transparansi hasil audit dari auditor independen.
Kenaikan harga tarif air dalam implementasinya dinilai tidak berorientasi kepada ukuran kemampuan atau daya beli masyarakat sebagaimana tersurat di dalam klausula kerja sama operasional (KSO).
Selain itu, kerjasama operasional antara Pemda DKI dan PAM Jaya dengan para investor asing untuk memenuhi kebutuhan warganya dinilai terdapat banyak kejanggalan. Antara lain tidak melalui proses atau mekanisme untuk memperoleh harga yang saling menguntungkan. Selain itu sejak kerja sama operasional belum dipublikasikan secara transparan.
Mereka juga menuntut peningkatan dan perbaikan pelayanan sebagaimana hasil survei di empat wilayah di DKI yang menunjukkan tekanan air kecil, air berbau kaporit, air berwarna kecoklatan, dan kadang air tidak mengalir.
Maria Ulfa - Tempo News Room
|