Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Rencana Reklamasi Cemaskan Warga Marunda
05 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Marunda mengaku cemas dengan rencana Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang ditawarkan pemerintah. Warga takut rencana reklamasi tersebut akan berdampak pada terganggunya mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

"Kita sebagian besar pelaut kecil yang hanya bisa mengandalkan laut dalam jarak 1 Km, kalau pantai ini direklamasi berarti kita akan mencari ikan lebih jauh lagi, kita takut terseret ombak," kata M. Roji, warga
Marunda, Rabu (5/11). "Kalau demikian lebih baik kami perang dengan golok dari pada perang melawan ombak," tambahnya.

Rencana reklamasi itu didengarnya saat mengikuti Sosialisari Rencana Reklamasi Pantai Utara oleh Badan
Pelaksana Reklamasi Pantura, di Marunda, Selasa (4/11) petang.

Selain itu, kecemasan juga disampaikan sejumlah nelayan yang saat ini mengandalkan penangkapan ikan dari mendirikan bagang. "Kalau ada reklamasi berarti nelayan tidak bisa mendirikan bagang, kalau tidak bisa membuat
bagang mereka mengandalkan apa," tambah Roji yang juga tokoh masyarakat setempat.

Diungkapkan Roji, warga juga hingga saat ini tidak tahu persis apa yang dimaksud dengan rencana reklamasi pantai tersebut. "Kami tahunya reklamasi ya pengurugan laut,". Oleh karena itu, begitu mendengar rencana ini, dia bersama pengurus RW 01 meminta pihak pemerintah untuk datang dan menyampaikan gambaran rencana tersebut.

Kepala Bagian Kesekretariatan BPR Pantura, Hartanto, mengungkapkan pihaknya saat ini memang sedang giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman sejelas-jelasnya tentang rencana pemerintah yang akan menggelar proyek reklamasi pantai itu.

Menurut Hartanto, dasar rencana pembangunan reklamasi pantai utara tersebut karena kondisi wilayah Jakarta suatu saat tidak lagi bisa berkembang. Sedang Jakarta sebagai ibu kota berupakan barometer dari keseluruhan wilayah di Indonesia sehingga perlu adanya pengembangan wilayah. Daerah pengembangan itulah yang nantinya akan dijadikan sebagai pusat bisnis.

Proyek reklamasi pantai ini merupakan proyek jangka panjang. Pembangunannya juga dilakukan secara bertahap, selama kurun waktu 30 tahun. Reklamasi pantai direncanakan dilakukan sepanjang 32 kilometer pantai Utara Jakarta, mulai dari Muara Kamal hingga Banjir Kanal Timur. Luasan wilayah yang direncanakan dibangun mencapai 2700 hektare, termasuk 1000 hektare khusus untuk perluasan pelabuhan Tanjung Priok. Pengurugan akan dilakukan dari jarak 200 meter dari bibir pantai. Digambarkan Hartanto, pembangunan reklamasi pantai itu, seperti membangun pulau baru di luar wilayah daratan Jakarta.

Ramidi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data