Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Utara

Lagi, Rencana Penggusuran di Jakarta Utara
04 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Daerah Jakarta Utara akan kembali melakukan penggusuran. Kali ini sasarannya adalah pemukiman liar di bantaran Kali Gendong, Cilincing, Jakarta Utara. Hal itu dinyatakan Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan Yuliadi, Selasa (4/10). "Untuk sementara kami tidak akan melakukan pemaksaan, tapi dengan cara persuasif denga menawarkan uang kerohiman Rp 500 ribu bagi warga yang membongkar sendiri rumahnya," Yuliadi.

Penggusuran pemukiman liar itu sesuai dengan rencana pemerintah setempat melakukan normalisasi Kali Gendong. "Kali tersebut akan dikeruk dan dibangun senderan untuk menghindari banjir," kata Yuliadi.

Jika Kali Gendong sudah dibenahi, maka banjir yang sering terjadi di daerah Semper, Cilincing, dan Sukapura, dapat dikurangi. Karena aliran air dari daerah tersebut dapat dialirkan langsung ke saluran serapan air Cakung.

Selain normalisasi kali selebar 6 meter dan sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut, pemerintah Jakarta Utara juga berencana membangun jalan alternatif di atas jalan inspeksi saluran yang berdampingan dengan Kali Gendong.

Tujuan pembangunan jalan ini untuk mengatasi kemacetan di daerah Cilincing sehingga dapat membuka akses dari Cilincing ke Rorotan dan sebaliknya. Jalan akan dibangun sepanjang 1 kilometer dengan luas delapan meter. Pembangunannnya ditargetkan selesai pada 2003 ini.

Saat ini kegiatan pengerjaan normalisasi kali sudah dimulai, terutama di bagian yang tidak ada rumah dan bangunan. Namun menurut Yuliadi pihaknya tidak tahu persis berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini. "Itu yang tahu persis dinas pekerjaan umum," ujarnya.

Dengan digusurnya sekitar 150 kepala keluarga yang menempati bantaran kali dan jalur hijau itu diharapkan dapat mengurangi banjir dan kemacetan.

Ramidi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Tanjung Duren Berkumpul di PN Jakarta Barat
Pembebasan Kramat Delapan Ditunda
Pihak Walikota Jakarta Barat Tak Pernah Hadiri Sidang
Warga Serahkan Data Korban Penggusuran kepada Menkokesra
Lagi, Rencana Penggusuran di Jakarta Utara

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data