|
Jakarta
Thames Terancam Hengkang dari Indonesia
03 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan penyedia air bersih dari Inggris, Thames, yang juga merupakan mitra perusahaan pengelola air minum DKI Jakarta PD Thames Jaya, terancam mencabut operasinya di Indonesia. Alasannya, sampai sekarang terus merugi, akumulasi kerugian mencapai US$ 58 juta.
"Per bulan rugi US$ 1,5 juta," kata Hamzah Haz, Wakil Presiden Indonesia, usai menerima Richard Gozney, Duta Besar Inggris, di Jakarta, Senin (3/11). Kerugian disebabkan rendahnya tarif air minum yang dikenakan. Sebenarnya, kata Hamzah mengutip pernyataan Gozney lagi, Thames tetap ingin mempertahankan operasinya di Indonesia. Tapi, bila tidak ada perubahan kebijakan, sementara beban kerugian semakin membesar, kemungkinan Thames tidak sanggup lagi beroperasi di Indonesia.
Untuk itu, Gozney berharap pemerintah daerah DKI Jakarta memberikan solusi untuk menekan angka kerugian. "Kalau Thames mencabut operasinya, itu merupakan persoalan besar. Tapi kalau menaikkan tarif, juga persoalan," kata Hamzah.
Sapto Pradityo - Tempo News Room
|