|
Tangerang
Pasar Swalayan Superindo Terbakar
03 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasar swalayan Superindo, Tangerang masih dilalap api hingga saat ini, Senin (3/11) siang. Menurut Sudrajat, petugas pengendalian operasional unit pemadam kebakaran kabupaten Tangerang, api sulit dipadamkan karena bangunan tidak memiliki sarana proteksi kebakaran, terutama instalasi tetap (hydrant).
Hingga pukul 11.00 WIB, unit pemadam kebakaran mengutamakan pemadaman api disisi timur dari pintu masuk bangunan swalayan, karena di tempat tersebut tersimpan sekitar 10 ribu liter bahan bakar. Kata Sudrajat, tempat ini perlu diisolasi terlebih dahulu agar api tidak membakar bahan bakar, sehingga memicu api menjadi lebih besar lagi dan membakar bangunan-bangunan dan perumahan yang ada disekitar lokasi.
Penuebab pasti kebakaran belum diketahui. Menurut saksi mata, api berasal dari sisi barat pintu masuk bangunan swalayan. Ditempat tersebut, terdapat gerai makanan ayam goreng cepat saji KFC.
Api sebenarnya mulai membakar sejak sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Tapi kobarannya tidak bisa segera dipadamkan karena petugas yang berjaga saat itu tidak bisa menembus masuk kedalam bangunan. Ini karena, bangunan swalayan terkunci dan kuncinya dibawa pengelola swalayan yang tidak ada di tempat saat terjadinya kebakaran.
Dari warga setempat, kebakaran dilokasi tersebut adalah yang kedua kalinya. Yang pertama terjadi pada 1996. Saat itu, lokasi ini ditempati pasar swalayan Dwima.
Dari penjelasan Camat Pamulang Ahadi di lokasi, kedua pelaku usaha Dwima dan sekarang Superindo yang menempati lokasi tersebut tidak memasang instalasi tetap (hydrant) pemadam kebakaran. Pengelola Superindo sendiri sebelumnya telah diperingatkan untuk memasang instalansi serta pemadam kebakaran, sejak diturunkannya peraturan daerah (perda) nomor 4 tahun 1997 tentang pencegahan dan penanggulangan ancaman kebakaran. Namun, sampai terjadi persitiwa kebakaran pihak pengelola tidak mengindahkan himbauan tersebut.
Begitu juga dengan pasar swalayan Hero --yang ada disamping, sebelah barat pasar swalayan Superindo-- belum memasang instalasi pemadam kebakaran.
Dalam peristiwa kebakaran ini, tidak terdapat korban jiwa. Namun api menghanguskan semua bangunan dan benda-benda yang ada didalamnya. Saat ini, petugas kebakaran masih terus menyemprotkan air dari luar bangunan. Sedang api didalam bangunan masih berkorbar. Kesulitan memadamkan api karena keterbatasan air dari unit pemadam kebakaran. Unit pemadam kebakaran harus mengambil air ke situ Pamulang yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari lokasi kebakaran.
Pihak pengelola swalayan ketika ditemui Tempo News Room, tidak bersedia berkomentar apapun. Begitu juga dengan pihak satuan pengamanan yang jaga malam, mereka tidak bersedia memberikan komentar. “Kami dilarang memberikan komentar apapun oleh pengelola,” kata salah satu petugas keamanan.
Sunaryah - Tempo News Room
|