Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Tiket Kereta Api Eksekutif 21-23 November Telah Habis
02 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiket kereta api kelas eksekutif untuk tanggal 21-23 November mendatang, sudah habis terjual.

Hal itu berdasar pantauan Tempo News Room di dua lokasi penjualan tiket kereta api eksekutif, yakni Stasiun Juanda dan Gambir. Adapun tiket-tiket yang segera terborong adalah untuk jurusan Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya antara tanggal 21-23 November. Padahal penjualan tiket dengan sistem dengan sistem on line baru berjalan dua hari.

Menurut keterangan Manajer Pusat Pelayanan Reservasi Stasiun Juanda Boman, total penjualan tiket kelas eksekutif pada hari pertama kemarin di Stasiun Juanda mencapai sekitar 10 ribu tiket. “Kemarin, ada sekitar 2.500 pengantri, satu orang bisa membeli hingga 4 tiket,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Minggu (2/11) siang. Sementara untuk hari ini sampai Pukul 12.00, jumlah pengantri mencapai seribu orang.

Ia menjelaskan para calon pemumpang tersebut mulai berdatangan ke Stasiun Juanda kemarin semenjak Pukul 05.00 pagi. “Mereka sudah mengantri dua jam sebelum loket dibuka, yakni Pukul 07.00 pagi,”kata Boman. Pelayanan penjualan tiket ini setiap harinya berlangsung mulai Pukul 07.00 sampai Pukul 21.00 WIB. Dengan Jumlah loket pelayanan delapan buah.

Kendati, tiket kereta api eksekutif antara 21-23 November telah habis terjual, Boman berulang kali mengatakan bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket tidak perlu khawatir. Karena PT Kereta Api Indonesia akan menyediakan kereta tambahan.”Yakni kereta api lebaran untuk jurusan Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, juga tujuan lainnya. Kemungkinan besar akan dibuka tanggal 11 atau 18 November nanti,” ujar Boman.

Nanang, salah seorang calon penumpang yang ditemui di Stasiun Juanda, memperlihatkan kekecewaannya. Ia tidak mendapatkan tiket kereta api jurusan Surabaya. “Saya tidak habis pikir baru hari kedua, tiket H-3 dan H-4 telah habis,” kata pria yang bekerja sebagai staf marketing di sekolah komputer ini. Ia memilih ke Surabaya dengan kereta api karena tiket pesawat sudah habis semenjak dua bulan lalu.

Suasana di stasiun Juanda ramai dipadati oleh para calon penumpang. Namun, kondisi tetap lancar dan tidak ada antrian yang panjang. Antrian juga suda jauh berkurang pada sekitar Pukul 13.00. Rata-rata mereka yang datang siang tadi merasa kecewa karena tiket telah habis terjual.

Sedangkan di stasiun Gambir, tiket kereta api eksekutif tujuan Yogayakarta, Semarang, dan Surabaya untuk keberangkatan tanggal 21-23 November juga telah habis. “Habisnya baru hari ini,” kata Kepala Stasiun Gambir, Besar Susmiarto di Stasiun Gambir pada hari ini (2/11). Penjualan di stasiun Gambir dan di stasiun lainnya siang tadi sekitar Pukul 13.30 sempat mengalami penambahan jumlah tempat duduk. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, hanya sekitar 50 kursi untuk masing-masing kereta. “Itu pun diberlakukan sistem on line,” katanya.

Yang dimaksud dengan sistem on line adalah PT Kereta Api Indonesia pada tahun ini memberlakukan penjualan tiket di lima lokasi berbeda yakni di stasiun Juanda, Senen, Kota, Gambir, dan Jatinegara. “Tidak lagi terfokus di Juanda seperti tahun lalu. Sehingga penumpang lebih mudah membeli tiket berdasarkan lokasi tempat tinggalnya,” jelas Boman.

Di stasiun Gambir juga didapati stasiun penumpang yang kecewa yakni Muklis dan Purwanto. Keduanya bekerja sebgai wirasswasta di Jakarta. Rencananya mereka ingin brelebaran di kampung halaman mereka di Surabaya. “Ngawur, masa hari kedua tiket sudah habis,” kata Muklis dengan nada kesal.

Tiket kereta eksekkutif yang telah habis adalah Argo Bromo Anggrek I dan II tujuan Surabaya, Argo Murya I dan II tujuan Semarang, Dwi Pangga tujuan Solo, Argo Lawo tujuan Solo, Bima tujuan Surabaya, Taksaka I dan II jurusan Yogyakarta, Sembrani tujuan Surabaya, Kamandanu tujuan Semarang. Harga tiket kereta api tersebut berkisar antara Rp 150 sampai Rp 220 ribu. Termurah untuk Kamandanu tujuan Semarang, dan termahal kerete Bromo Anggrek jurusan Surabaya.

Poernomo Gontha Ridho-TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data