Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Warga Cengkareng akan Demo Menko Kesra
02 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga korban penggusuran di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, berencana melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kementrian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Senin (3/11). Mereka yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Tergusur Cengkareng Timur ini akan mempertanyakan dana kemanusiaan yang dijanjikan Menko Kesra Jusuf Kalla dalam pertemuan 30 Oktober lalu.

Menurut Marlo Sitompul, Koordinator Persatuan Rakyat Tergusur, pihaknya menengarai telah terjadi penyelewengan dalam penyaluran dana kemanusiaan itu. “Kami tidak menuduh, hanya saja kami telah menemukan indikasi ke arah itu (dugaan penyelewengan),” katanya kepada Tempo News Room.

Ia menjelaskan, ada indikasi dana bantuan berupa uang Rp 300 ribu per kepala keluarga itu telah jatuh ke tangan yang salah. Ia mencontohkan beberapa warga, Jumat (31/10), sekitar pukul 15.00 WIB, menemukan mobil Trantib Cengkareng Timur justru berbelok ke arah pemukiman warga RT 04 dan 06/RW 14 Cengkareng. Padahal mereka bukanlah korban penggusuran. “Letak pemukiman mereka sekitar 2 kilometer dari Kampung Baru yang digusur,” jelas Marlo.

Para korban penggusuran berencana mengadukan hal ini kepada Menko Kesra. “Sebelumnya mereka telah berjanji akan menyalurkan bantuan langsung ke warga, bukan melalui pejabat terkait. Kenapa malah jadi begini,” katanya. Rencananya warga akan mengajak Menteri atau stafnya untuk mengadukan kasus ini bersama-sama ke Polres Jakarta Barat. Mereka akan menuntut aparat mengusut tuntas penyelewengan ini.

Saat ini, dari 290 paket yang rencananya diperuntukkan bagi korban pengusuran, hanya 100 paket yang dapat diselamatkan. “190 paket lainnya terlanjur telah dibagikan kepada warga RT 04 dan 06/RW 14. Itu pun setiap paket sudah disunat 100 ribu,” jelas Marlo. Paket tersebut berisi beras 30 liter, 2 helai selimut, 1 buah sarung dan uang sejumlah Rp 300 ribu.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data