|
Metro
Jelang Lebaran, Agen Tiket Bus Justru Merugi
01 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Berbeda dengan tiket kereta yang mulai diburu pembeli, nuansa arus mudik lebaran di terminal antarkota Lebak Bulus justru belum terasa. Bahkan, dalam dua minggu pertama bulan puasa, tingkat pembelian tiket bus diperkirakan akan mengalami penurunan. "Dua minggu pertama puasa itu masa-masa sepi," kata Drs. Jani Prayitno, Kepala Operasional PO Rosalinda Indah ketika ditemui Tempo News Room, di terminal antarkota Lebak Bulus, Sabtu (1/11) siang.
Berbeda dibandingkan hari biasanya, sekarang ini, Rosalina hanya mampu memberangkatkan sekitar 40 penumpang per hari. Padahal, hari biasanya, ia mampu memberangkatkan penumpang ke Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga 80-90 penumpang per hari. "Kalau hari normal saya bisa memberangkatkan enam bus, sekarang ini hanya tiga atau empat bus per hari," katanya.
Ia juga mengungkapkan, berbeda dengan tiket kereta api, untuk penjualan tiket bus Lebaran tidak ada fasilitas pemesanan. "Risikonya tinggi. Jadi kita tidak berani spekulasi," ucapnya. Risikonya adalah macetnya jalan yang dapat menyebabkan bus tidak tiba tepat waktu saat pemberangkatan.
Mengenai kenaikan tarif, Jani mengatakan, pihaknya masih melihat-lihat. "Belum tahu kenaikannya berapa. Tapi, kami akan sesuaikan dengan harga pasar," ucapnya. Mekanismenya, perusahaan yang menetapkan terlabih dulu, baru disesuaikan dengan mengikuti aturan pemerintah.
PO Gunung Mulia mengalami nasib serupa. Perusahaan yang melayani pemberangkatan ke Solo dan Wonogiri ini hanya memberangkatkan tiga bus per harinya. "Satu bus paling 10 orang," kata Arum, petugas loket penjualan tiket. Akibat hal itu, menurutnya, kursi bus banyak yang tidak terisi. Lonjakan penumpang sendiri, kata Arum, biasa terjadi H-7.
Berdasarkan pantauan, harga tiket bus untuk ekonomi AC rata-rata Rp 70 ribu. Sedangkan harga tiket untuk kelas eksekutif AC berkisar antara Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu. Ada juga kelas spesial. Untuk kelas tersebut, harga tiket bus bisa mencapai Rp 133 ribu.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room
|