Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Tarif Air Minum Naik Tahun Depan
31 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Badan Regulator Air Minum DKI Jakarta Achmad Latin mengatakan awal tahun 2004 tarif air minum akan naik. “Ada kemungkinan awal tahun depan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/10) seusai pertemuan dengan Pemerintah DKI di kantor Prempov DKI.

Menurutnya, kemungkinan penyesuaian tarif belum dapat dikeluarkan dalam bentuk angka karena masih memerlukan analisa dan pembicaraan dengan Dewan. “Kamis depan akan ada kepastiannya,” ujarnya.

Achmad menegaskan, kerja sama dengan pihak swasta (TPJ dan PALYJA) mengandung sisi positif dan negatif. Negatifnya bila terjadi kemacetan yang memerlukan pengambilan langkah-langkah.

Ia menambahkan, pihak swasta harus melakukan efisiensi sebagai target teknis, misalnya, penurunan tingkat kebocoran dan penertiban sambungan liar sebagaimana disorot gubernur dalam pembicaraan tersebut. “Memang ada penurunan dari 55 persen menjadi 47 persen, tapi masyarakatkan meminta harus lebih cepat dari itu,” kata Acmad.

Selain itu, tambah Achmad, kebocoran pipa lama pun harus diganti, juga faktor pencurian air minum. Ia menyesalkan lemahnya tindakan hukum terhadap para pelaku. “Rencananya gubernur akan melakukan penertiban terhadap pencuri liar itu,” ujarnya.

Sementara itu, Achmad menyebutkan dampak positif pelayanan air minum kepada masyarakat sekitar 55 persen masyarakat di Jakarta akan mendapatkan konsumsi air minum. Sementara volume air meningkat dari 85 juta meter kubik meningkat menjadi 110 juta meter kubik.

Untuk solusi lainnya, kata Achmad, swasta juga harus mau mengurangi biaya, termasuk jumlah tenaga kerja asingnya. “Teknologi air bersih ini kan sederhana jadi tidak perlu banyak tenaga asing,” lanjutnya. Ia mengatakan tiga tahun mendatang jumlah tersebut berkurang.

Martha Warta - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Komparta Minta TPJ Diaudit Independen
DPRD Minta TPJ Perbaiki Pelayanan
Thames Terancam Hengkang dari Indonesia
Tarif Air Minum Naik Tahun Depan
Pelaku Pemasang Pipa Air Ilegal, Diketahui

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data