TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Puasa, Pemda Jakut akan menggelar pasar murah dan bazaar.
Menurut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemda Jakarta Utara Ekom Nirtaatmadjaya, pasar murah tersebut biasanya diadakan selama setengah bulan pada awal puasa. “Maksudnya untuk menekan lonjakan harga yang biasa terjadi pada bulan-bulan puasa,” ujar Ekom yang ditemui di kantornya, Jumat (24/10).
Pasar murah dan bazaar ini digelar di tiap-tiap kecamatan, dengan menjual harga bahan pokok sesuai harga pabrik. Selain upaya menggelar pasar murah, untuk mengendalikan harga pihaknya juga membentuk tim untuk memantau harga ditiap-tiap pasar.
Ekom juga menginformasikan, untuk menghadapi persiapan Puasa dan Idul Fitri, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah DKI. Hasil rapat tersebut menginstruksikan, untuk menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok selama masa bulan puasa dan lebaran. Langkah yang harus diantisipasi diantaranya, untuk menghilangkan pungutan liar yang biasa terjadi terhadap kendaraan-kendaraan pengangkut sembako dan kebutuhan bahan makanan lainnya.
Selain itu Ekom juga menghimbau pihak pelabuhan agar tidak membuat terjadinya antrian lalu lintas pengangkut bahan sembako, dilakukannya operasi pasar oleh instansi terkait, serta adanya monitoring harga secara terus-menerus. Rapat juga merekomendasikan untuk pembentukan lembaga pemantau harga. Tim tersebut terdiri dari Biro Administrasi Perekonomian, Dinas Pertanian, Depperindag, Dinas Peternakan, Dolog Jaya dan BPS.
Hasil rapat juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong terhadap produk sembako pada bulan-bulan tersebut. Ekom juga menginformasikan, saat ini persediaan beras di gudang Dolog Kelapa Gading mencapai 160 ribu ton beras, yang diperkirakan mencukupi untuk pasokan kebutuhan beras diwilayah DKI selama bulan ini.
Ramidi/TNR