|
Tangerang
Buruh Nike Keracunan Makanan
23 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Tangerang: Polisi telah memeriksa lima orang untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan kasus keracunan makanan yang menimpa sekitar 200 orang dari 6.000 buruh PT KMK Global Sport, produsen sepatu Nike yang beralamat di Desa Telaga, Cikupa, Rabu (22/10).
Wakasat Reskrim Umum Polres Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Kustanto Kamis, (23/10) mengatakan, saat ini kelima orang masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cikupa. Mereka adalah manajer katering, Novita Eni Suryanti, 48 tahun. Ikut diperiksa kepala koki bernama M. Hari Rangkuti dan tiga juru masak, yakni Rusmanto, Heru, dan Ayub. Kelima orang itu adalah
penyedia katering di dalam pabrik.
"Kita masih menunggu hasil Puslabfor, apa yang menyebabkan para buruh itu keracunan," kata Kustanto. Untuk itu, kelima orang itu juga belum ditetapkan sebagai tersangka.
Hasil pemeriksaan sementara, menurut Kustanto, yang membuat menu adalah Rangkuti sedangkan ketiga juru masak yang menyampur bumbu hingga makanan itu siap saji.
Peristiwa keracunan itu sendiri berlangsung pada saat para buruh makan siang pada hari Rabu. Menurut sejumlah buruh usai menyantap menu makan siang itu perutnya mual dan muntah-muntah. Mereka kemudian dibawa ke klinik pabrik. Karena kapasitas klinik tidak dapat menampung jumlah pasien, para buruh juga dikirim ke beberapa rumah sakit di Tangerang.
Ratusan buruh itu mendapatkan pengobatan antibiotik, bahkan banyak pula yang diinfus. Data yang masuk ke Polres Tangerang hingga Kamis siang terdapat 43 orang dari 200 buruh yang menjalani rawat inap.
Seorang pasien yang ditemui di RS Qadr bernama Nur Azma bagian assembling mengatakan dirinya mual-mual dan muntah setelah memakan soto itu. "Ternyata sampai Maghrib, banyak korban yang merasakan sakit perut," katanya.
Sedangkan pamantauan di RS Usada Insani pada Kamis sore menunjukkan pihak perusahaan sepatu itu terkesan menutup-nutupi adanya kasus keracunan itu. Di RS itu bahkan wartawan tidak diperkenankan menjenguk pasien keracunan.
Sementara itu keterangan resmi dari pihak perusahaan juga tidak ada. Tercatat di RS Usada Insani hingga Kamis sore pasien yang menjalani rawat inap bertambah tujuh orang sehingga jumlah pasien keseluruhan yang masih terbaring di sejumlah rumah sakit mencapai 50 orang.
Para korban tersebar di RS Siloam Gleneagles, Karawaci, sebanyak 25 orang, di RS Qadr, Karawaci, tercatat 8 orang masih dirawat, di RS Honoris, Modern Land, Cikokol, tinggal satu dari 30 korban keracunan yang masih dirawat. Sedangkan di RS Usada Insani, Cipondoh, sebanyak 16 orang.
Ayu Cipta - Tempo News Room
|