Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Barat

PT Palyja Putus Pipa Air Ilegal di Kebon Jeruk
23 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Perusahaan Air Minum Lyonnaise (PT Palyja) hari ini, Kamis (23/10) melakukan pemutusan jaringan pipa air ilegal di kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Direktur Hubungan Institusional PT Palyja Kumala Siregar mengatakan pemutusan ini untuk yang kedua kalinya. "Jaringan pipa air ilegal diketahui pada 2002 dan diputus pada bulan Januari 2002," katanya. Tapi ternyata, masyarakat kelurahan Kebon Jeruk masih bandel dengan tetap mencuri air dari distribusi PT PAM Palyja.

Ada 43 Kepala Keluarga yang mencuri air. Mereka mengambil air dari pipa saluran dengan diameter dua inchi.

Akibat pencurian, kerugian yang diderita PT Palyja mencapai Rp 225 juta dan kehilangan air sebanyak 31.680 kubik. Jaringan air ilegal sepanjang kelurahan Kebon Jeruk mencapai 800 meter. Sebelum dilakukan pemutusan telah dilakukan sosialisasi oleh PT Palyja kepada masyarakat. "PT Palyja tidak menyalahkan warga, karena ada oknum luar yang bermain disini," kata Kumala.

Menurutnya, setelah pemutusan ini akan dicari solusi baru untuk masyarakat yang membutuhkan air dengan memasang secara resmi pipa sambungan air. Tetapi proses sambungan baru akan dilanjutkan jika PT Palyja sudah bertemu dengan warga.

PT Palyja sudah membentuk bagian yang khusus menangani pipa-pipa ilegal di perusahaan, dengan anggota delapan orang untuk mengantisipasi penyambungan kembali oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Saat ini PT Palyja sedang bertemu warga yang diwakili oleh ketua Rukun Warga kelurahan Kebon Jeruk.

Reni Chairani - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Komparta Minta TPJ Diaudit Independen
DPRD Minta TPJ Perbaiki Pelayanan
Thames Terancam Hengkang dari Indonesia
Tarif Air Minum Naik Tahun Depan
Pelaku Pemasang Pipa Air Ilegal, Diketahui

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data