Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Karyawati SCTV Dirampok Dalam Omprengan
22 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi: Karyawati magang bagian Human Resource Development (HRD) stasiun Surya Citra Televisi (SCTV) bernama Elga Sueardi, 23 tahun, dirampok komplotan penjahat di angkutan omprengan Mitsubshi T 120 saat melaju di jalan tol, Rabu (22/11) siang.

Dalam aksinya, empat pejahat tersebut berhasil mempreteli perhiasan dan sempat meminta uang tebusan dari keluarga korban sebesar Rp 10 juta.

Dari informasi yang dihimpun Tempo News Room, korban perampokan di siang bolong, selain Elga yang tercatat sebagai warga Jalan Durian 1 Blok C/11 RT 005/011 Kelurahan Jatiasih Bekasi, juga dua orang wanita lainnya yang menumpang angkutan tersebut.

Dari pengakuan Elga kepada petugas polisi, dia hendak berangkat ke kantor di Jalan MT Haryono sekitar pukul 06.00 WIB. Dari rumah, dia naik angkutan 02 tujuan Terminal Bekasi. Dia turun di sekitar perempatan Ramayana Bekasi untuk melanjutkan perjalanan ke Blok M.

Karena angkutan Mayasari Bhakti jurusan Blok M tidak dijumpai di perempatan Ramayana sekitar pukul 08.00 WIB akhirnya dia memutuskan untuk naik mobil angkutan omprengan Mitsubhisi T 120 warna marun.

Saat baru naik, dia tidak merasa curiga karena di dalam angkutan tersebut sudah ada beberapa penumpang lain. Penumpang di dalam antara lain empat orang pria dan dua orang wanita. Menurut pengakuan Elga, dua orang pria duduk di depan, sedangkan satu pria duduk di bagian belakang. Sementara, satu orang pria lagi duduk berdekatan dengan dua orang wanita di bagian tengah.

Saat dirinya baru saja duduk di dalam mobil, kendaraan tersebut langsung berangkat menuju ke Jakarta. Namun, setibanya di dekat pintu Tol Pondok Gede Timur, pria yang ada di bagian belakang langsung mengancam Elga dan satu orang wanita yang duduk di sebelahnya.

Sambil mengancam, kepala Elga disuruh menunduk. Tak lama kemudian, perhiasan berupa cincin, anting, jam tangan, HP merk Sony Ericson T-300, dan sejumlah ATM langsung diambil pelaku.

Setelah itu para pelaku langsung membawa korbannya berputar-putar ke arah Bogor. Meski sudah mengambil perhiasan dan uang sebesar Rp 50 ribu, pelaku ternyata masih belum puas.

Elga pun diminta pelaku untuk menelpon pihak keluarga. Saat itu Elga mencoba menghubungi kekasihnya. Namun karena tidak bisa membantu untuk menyediakan uang sebesar Rp 10 juta, Elga selanjutnya menelpon ke ayahnya yang sedang bekerja.

Pada saat percakapan melalui telpon, ayah Elga mengaku hanya menyanggupi membayar uang tebusan sebesar Rp 5 juta. Pelaku pun sepakat. Saat sampai di Sentul, kendaraan omprengan palsu itu langsung mencari ATM BCA yang menjadi sarana untuk mentransfer uang dari orang tua Elga.

Saat itu pelaku tak bisa mengambil uang tebusan Rp 5 juta. Mereka hanya bisa mengambil uang tebusan sebesar Rp 2,5 juta. Merasa uang sudah masuk ke dalam rekening milik Elga, pelaku selanjutnya mengarahkan kendaraannya ke Jakarta.

Baru sekitar pukul 12.00 WIB, Elga diturunkan di sekitar jembatan tol dekat UKI. Sedangkan wanita yang duduk di sebelah Elga sudah diturunkan terlebih dahulu di Jalan A Yani.

Setelah diturunkan pelaku, Elga selanjutnya pulang ke rumahnya dengan naik taksi. Tak lama kemudian, bersama orang tuanya ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bekasi.

Sementara Kanit Jatanras Polres Bekasi AKP TP Simangunsong mengungkapkan hingga saat ini timnya masih terus mencari pelaku. "Tim kita sudah disebar ke Bogor untuk mencari ompreangan tersebut. Tetapi karena informasinya kurang lengkap maka hingga kini kita masih terus menyelidiki siapa pelaku tersebut," ujarnya kepada wartawan di Bekasi, Rabu (22/10).

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
Mayat Pria Tanpa Busana di Kamar Hotel
Pria Ditemukan Tewas Setelah Menghilang Lima Hari

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data