|
65 Persen Korban Kecelakaan Lalu Lintas adalah Pejalan Kaki
22 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Keselamatan pejalan kaki di Jakarta, terancam akibat minimnya fasilitas untuk pedestarian. 65 persen korban kecelakaan lalu lintas berakibat kematian, adalah pejalan kaki, yang mana 35 persen diantara korbannya adalah anak-anak. Hal itu merupakan hasil penelitian Lembaga Swadaya Masyarakat bidang perkotaan Pelangi bersama Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Institut Transportasi (Intrans), tentang kebutuhan pejalan kaki di sepanjang Blok M – Kota, selama Juni-Agustus 2003. "Kecelakaan yang menimpa pejalan kaki di sepanjang koridor Blok M-Kota justru lebih tinggi di jalur lambat ketimbang di jalur cepat, karena tidak ada fasilitas penyeberangan jalan, agar pengguna angkutan umum dapat menyebrang jalan dengan aman setelah turun," kata Darmaningtyas, Direktur Eksekutif Intrans, di Wisma Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).
Menurut Andi Rahmah, peneliti bidang transportasi Pelangi, semua itu disebabkan, perencanaan transportasi yang ada, lebih berpihak kepada pengguna kendaraan pribadi. Hal itu terbukti dari banyaknya rekomendasi pelebaran jalan raya, pembangunan jalan tol, jalan layang dan jalan terowongan (underpass). Sedangkan penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki seperti trotoar yang aman dan nyaman, zebra cross, pohon peneduh dan lampu penerangan sangat kurang. Semua itu berdampak pada keselamatan jiwa pejalan kaki. Terbukti 65 persen kecelakaan di jalan raya merengut korban kematian pejalan kaki, 35 persennya anak-anak. “Sayangnya, hal ini tidak pernah menjadi sorotan pemerintah," tegas Andi.
Martha Warta - Tempo News Room
|