|
Jakarta
Warga Mali Laporkan Penipuan Undian Berhadiah
21 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penipuan berkedok memenangkan undian berhadiah terjadi lagi. Kali ini korbannya sepasang suami istri warga negara Republik Mali, Afrika. Khadijah dan suaminya, Alou Sy, yang sudah delapan tahun tinggal di Jakarta berbisnis pakaian di Petamburan, pada Selasa (21/10) siang melaporkan ke Polda Metro Jaya atas tindakan penipuan yang menimpa mereka.
Pada hari yang sama pukul 10.00 WIB, A Lou Sy mendapatkan telepon bernomor 0815 8264 2199 dari seseorang yang mengaku bernama Rita Panjaitan. Rita mengaku dari Satelindo yang mengabarkan A Lou Sy mendapatkan hadiah sebesar Rp 7,5 juta. Tapi ada syaratnya jika ingin mendapatkan transfer uang, yaitu kedua pasangan ini harus mengirimkan nomor rekening bank dan pulsa voucher mentari senilai Rp 200 ribu dan dikirim ke nomor 0815 826 42199.
“Semula saya agak ragu, tapi saya kirim juga karena saya cukup sering terima hadiah dari Satelindo,” kata A Lou Sy dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar. Ia pun mengirim voucher pulsa berikut nomor rekening BCA. Tapi ia cukup cerdik. “Di rekening itu, saldonya di bawah Rp 100 ribu, sudah saya pindahkan ke rekening bank asing yang nggak bisa diakses mereka,” kata Khadijah terkekeh.
Setelah sekian lama, rekening di BCA tak juga bertambah saldonya. A Lou lantas mengontak Rita lagi yang dijawab komputernya mengalami kerusakan sistem dan tak bisa mendapatkan akses ke BCA itu. Dari seberang telepon, A Lou merasakan suatu keganjilan karena ada suara anak-anak. Rita, kata A Lou, meminta nomor rekening BII dan Lippo bank. “Ah, itu kan karena dia tahu di BCA nggak ada saldonya,” kata Khadijah menambahkan.
Tak kunjung mendapatkan transfer itu, pasangan suami istri itu sepakat melaporkannya ke Polda. Apalagi sebelumnya, A Lou sudah melakukan pengecekan ke Satelindo yang dijawab tidak mengadakan undian berhadian seperti itu. A Lou juga menanyakan apakah dua kode voucher pulsa mentari itu sudah dipakai nomor 0815 826 42199, yang dibenarkan oleh pihak Satelindo. “Nggak apa-apalah kehilangan Rp 200 ribu. Yang penting saya melapor supaya peristiwa ini nggak terulang lagi,” kata A Lou tersenyum.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
|