|
Ragam
Departemen Kesehatan Gelar Lokakarya Kesehatan Reproduksi
21 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan bersama beberapa lembaga mengadakan lokakarya soal kesehatan reproduksi, Senin (20/10). Acara ini untuk meningkatkan kesehatan dan hak reproduksi masyarakat Indonesia yang kondisinya masih rawan. Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Indonesia dalam forum International Conference on Population and Development (ICPD) yang diselenggarakan 1994 di Kairo, Mesir.
Dalam sambutannya, Menteri Kesehetan, Ahmad Sujudi, mengatakan, masalah kesehatan reproduksi merupakan masalah yang kompleks serta berkaitan erat dengan isu kesetaraan gender. "Sehingga memerlukan penanganan secara intensif dan terkoordinasi baik lintas program, lintas sektor maupun lintas disiplin ilmu," kata Sujudi. Sujudi juga mengatakan, meski telah dibentuk Komisi Kesejahatan Reproduski, namun kondisi kesehatan reproduksi di Indonesia masih jauh dibanding negara Asean lainnya.
Ia menyebut soal angka kematian ibu (AKI) yang masih sangat tinggi, yakni 334 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 1997. Selain itu juga tingginya angga inveksi menular seksual yang menimbulkan komplikasi yang serius seperti kemandulan, keguguran dan kecacatan pada janin.
Dalam lokakarya ini, dibentuk empat kelompok kerja (Pokja). Masing-masing Pokja Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pokja Keluarga Berencana, Pojka Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pokja Kesehatan Reproduksi Usia Lanjut. Mereka akan membahas mekanisme kerja Komisi Kesehatan Reproduksi yang baru. Sujudi berharap mekanisme yang baru ini dapat membuat kerja Komisi Kesehatan Reprodusi lebih efesien dan efektif.
Siti Masriyah - Tempo News Room
|