Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Harga Bahan Pokok Naik 10-20 Persen
20 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menjelang bulan puasa kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional rata-rata 10-20 persen. Menurut Prabowo Sunirma, Kepala PD Pasar Jaya DKI Jakarta kecenderungan tersebut terjadi karena masyarakat menumpuk pembelian kebutuhan pokok atau membeli secara borongan.

Kondisi tersebut, kata Prabowo, dimanfaatkan pedagang untuk menaikan harga. "Pedagang berfikir, inilah saatnya untuk mengambil keuntungan," katanya dalam acara talk show mengenai ketersediaan kebutuhan bahan pokok menjelang puasa di ruang rapat DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Hary Sha'dan, epala Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta mengatakan kenaikan harga seharusnya tidak terjadi, khususnya pada persediaan beras dan gula yang mencukupi sampai libur tahun baru 2004.

Hary menambahkan, untuk ketersediaan beras di Kelapa Gading ada 160 ribu ton, terdiri dari 136 ribu ton beras milik Dolog dan beras WFP 24 ribu ton. "Secara rutin, sebulannya untuk DKI 10 ribu ton beras raskin dan anggaran di luar Dolog 4 ribu ton," jelasnya.

Di tempat yang sama, pihak YLKI yang diwakili Sudaryatmo mengatakan pemerintah perlu membuat indeks belanja kebutuhan berapa persen dari pengeluaran rumah tangga. "Memang tampaknya di satu sisi pembeli memborong kebutuhan pokok, tapi mengorbankan kebutuhan lain seperti pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Dani Anwar, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, mengatakan perlunya dipikirkan untuk melakukan operasi pasar. Ia juga mengimbau masyarakat bahwa puasa adalah untuk menahan segala sesuatu. "Faktanya kebutuhan pokok naik 10-30 persen," kata Dani.

Ditambahkan Prabowo, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap sedikitnya 20 pasar yang akan dijadikan pilot project. Ia mengatakan pada Januari 2004 akan menggerakkan waserda sebagai distributor yang mengendalikan harga di pasar-pasar tradisional DKI Jakarta.

Martha Warta Silaban - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Harga Bahan Pokok Naik 10-20 Persen
Pasar Tradisional Jakarta Masih Sepi
Menko Kesra Anggap Wajar Kenaikan Harga Bahan Pokok
Persediaan Pangan Jelang Hari Raya Telah Cukup
Pemerintah Siap Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Hari Raya

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data