|
Jakarta
Polisi Minta Rp 1,158 Miliar untuk Pengamanan Lebaran
16 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi Daerah Metro Jakarta meminta dana Rp 1,158 miliar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Uang itu akan digunakan untuk pengamanan selama Lebaran.
Kepala Polisi Daerah Metro Jakarta Irjen Makbul Padmanegara mengatakan uang sebanyak itu akan digunakan untuk pengamanan dari hari H-2 sampai H+2 selama Lebaran. "Uang itu untuk makan anggota," ujarnya ketika memaparkan persiapan aparatnya di hadapan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (16/10).
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Makbul, polisi akan menggelar Operasi Ketupat menjelang Labaran. Namun, polisi hanya meminta anggaran tambahan khusus untuk 5 hari, dua menjelang dan sesudah Labaran. "Selebihnya, kami menggunakan anggaran rutin," kata Makbul tanpa merinci besar anggaran yang dibutuhkan.
Untuk lima hari itu, kata Makbul, polisi akan mengerahkan sebanyak 12.628 personil setiap hari. Mereka berasal dari gabungan dari Mabes Polri, Polda, Polres dan Polsek.
Makbul mengatakan permintaan dana kemungkinan akan bertambah. Masalahnya, polisi juga akan menggelar Operasi Lilin menjelang hari Natal. "Besarnya dana kemungkinan sama," ujar dia. Seperti halnya Lebaran, anggaran itu akan digunakan untuk pengamanan dari H-2 sampai H+2 menjelang Natal.
Menurut Makbul, menjelang perayaan hari besar ini, polisi mengantisipasi ancaman teror. Ancaman teror ini, menurut dia, berasal dari Gerakan Aceh Merdeka dan jaringan Jemaah Islamiyah. Selain itu, ancaman teror juga datang dari jaringan yang terkait dengan bom di Bali dan bom di Hotel Marriott. "Masalahnya, ada bagian dari kelompok mereka yang belum tertangkap," ujar Makbul.
Selain itu, polisi juga menengarai 243 titik rawan. Karena itu, polisi akan menempatkan aparat pada titik-titik ini. Makbul meminta perhatian masyarakat, bila banyak aparat bersenjata lengkap di beberapa pusat keramaian.
Polisi, menurut Makbul juga akan melakukan operasi petasan. Rencananya, kebijakan kompensasi pemberian 25 kilogram beras kepada pusat pembuat petasan akan digalakkan seperti tahun kemarin. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi penyalahgunaan petasan.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling. "Karena kenyataannya, mereka bukan memukul beduk, tapi memukul mobil orang," kata Makbul. Namun demikian, ada saran agar menggunakan Jalan Sudirman dan Thamrin untuk takbir akbar. "Tapi, tanpa kendaraan," tegas dia. Karena itu, sepanjang jalan ini akan ditutup untuk kegiatan ini.
Multazam - Tempo News Room
|