Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Dokter: Mata Intan Rusak Berat
15 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menurut keterangan dr. Abizar Iskandar, SpM dari Rumah Sakit Aini Jakarta yang menangani Intan, korban pencongkelan mata oleh suaminya, mata kanan Intan dalam keadaan rusak berat. Iskandar mengatakan dari hasil pemeriksaan kemungkinan besar mata kanan Intan buta.

“Saat dirangsang dengan cahaya, matanya tidak mengetahui ada sumber cahaya, padahal kalau mengetahui ada cahaya masih ada harapan untuk sembuh,” kata Iskandar kepada Tempo News Room Rabu (15/10) siang di ruang tamu kantornya.

Menurut Iskandar, selain ada serpihan luka di kelopak mata juga ada beberapa otot penggerak bola mata yang putus sehingga bola mata keluar terbuka dan kelopak tidak bisa menutup. Operasi tahap pertama dilakukan untuk melindungi bola mata dan menjahit luka-lukanya supaya tertutup. Iskandar menambahkan bahwa bola mata Intan tidak sampai lepas namun menonjol.

Dari diagnosa sementara, Iskandar menyatakan bahwa luka-luka itu terjadi karena trauma benda tumpul. “Saya tidak dapat memastikan apakah suaminya memakai jari tangan atau kayu, yang jelas dengan alat tumpul,” tegasnya.

Mengenai terapi selanjutanya, Iskandar mengatakan pihaknya akan menunggu kondisi Intan agar lebih baik. ”Mungkin seminggu atau sepuluh hari lagi,” ujarnya.

Sedangkan mengenai masalah biaya, hingga saat ini pihak rumah sakit belum menghitungnya. “Kan kondisinya masih seperti ini, yang penting penangannya dulu,” ujar Iskandar.

Intan sendiri dan ibunya mengeluhkan ketiadaan dana untuk membayar biaya perawatannya. Intan memohon kepada teman-teman maupun yang bersimpati untuk mengulurkan bantuannya. Dia sendiri hanya bisa berharap agar suaminya cepat tertangkap. “Saya ingin mencongkel matanya juga,” katanya dengan gemas.

Sebagaimana diketahui, Intania, 35 tahun, warga Gang Masjid Al-Abror, Desa Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang, Minggu (12/10) malam harus dirawat setelah biji matanya keluar akibat dicongkel dengan jari suaminya sendiri, Ahmad Fadoli, 41 tahun, yang kini buron.

Sita Planasari A - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
Mayat Pria Tanpa Busana di Kamar Hotel
Pria Ditemukan Tewas Setelah Menghilang Lima Hari

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data