|
Bekasi
Guru Madrasah Tewas Tertabrak Kereta Api
14 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus tertabrak kereta api minggu lalu terulang lagi di Bekasi. Kali ini merenggut nyawa seorang guru di jembatan kereta api Sungai Cikarang, Kampung Wangkal, Desa Kali Jaya, Cikarang Barat, Selasa (14/10), sekitar pukul 09.30 WIB.
Sampai berita ini diturunkan sekitar pukul 17.30 WIB, tubuh korban yang tenggelam di Sungai Cikarang yang berkedalaman sekitar 5 meter belum diketemukan. Air yang mengalir deras itu diduga telah menghanyutkan korban. Sejumlah warga berupaya mencari korban dengan cara menyelam. Sebagian lagi menggunakan perahu karet sambil menebarkan jala yang umumnya digunakan menjala ikan.
Saat ini, tak tampak seorangpun petugas polisi di tempat kejadian. Di lokasi hilangnya tubuh korban juga tidak ada petugas dari tim SAR. Puluhan warga berkerumun di sekitar jembatan berharap-harap cemas akan dapat menemukan korban.
Sementara itu, menurut saksi mata, Nawawi, drama memilukan itu bermula ketika korban yang bernama Urip, 27 tahun, hendak melintasi jembatan besi yang membentang di atas Sungai Cikarang. Jembatan itu panjangnya kira-kira 15 meter. Korban saat itu ingin mengejar Kereta Api Diesel yang berhenti di Stasiun Cikarang, sehingga nekad melintasi jembatan.
Saat hampir mencapai ujung jembatan, kira-kira tinggal dua langkah lagi tiba di daratan, korban tak dapat menghindari hantaman KA Mataremaja dari arah Kerawang yang meluncur kencang.
Tiba-tiba tubuh alumni Pondok Pesantren Gontor itu terpental ke tiang baja. Sebelum tubuh masuk ke sungai, terlebih dulu menghantam pondasi jembatan yang dibuat tahun 1980 itu. Di pondasi tampak bekas darah, sedangkan KA jurusan Pasar Turi-Pasar Senen Jakarta tersebut tetap berjalan.
Lokasi kecelakaan berada sekitar 20 meter dari Stasiun Cikarang, sedangkan dari Polsektro Cikarang sekitar 500 meter. Menurut keterangan sejumlah warga, jembatan itu setiap satu tahun sekali terjadi kecelakaan. Umumnya korban adalah warga yang nekad menyeberang, dengan tujuan ingin mengambil jalan pintas.
Nawawi yang juga tetangga korban menambahkan, korban saat itu ditemani oleh Hassan, murid korban yang duduk di kelas dua. Rencananya, mereka akan berbelanja pakaian ke Pasar Pramuka Bekasi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, korban saat ini tercatat sebagai pengajar di Madrasah Tsanawiyah Al-Amanah Kampung Wangkal, Desa Kali Jaya, Cikarang Barat. Korban baru mengajar di sekolah itu selama tiga bulan. Korban tinggal di kontrakan di Kampung Wangkal Desa Kali Jaya Cikarang Barat.
Sebelumnya, Minggu (12/10) sekitar pukul 15.00 di perlintasan KA juga terjadi kecelakaan KA. Kecelakaan itu menyebabkan satu keluarga masing-masing bernama Sutedy (39), Nining (39), dan Upi (11) tewas seketika. Saiful, si pengayuh becak yang membawa keluarga itu, juga tewas di RS Bhakti Husada sekitar pukul 18.00 WIB
Siswanto - Tempo News Room
|