Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

Mobil Securicor Dirampok, Rp 1,24 Miliar Melayang
12 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Bogor: Naas bagi mobil perusahaan pengamanan Securicor, saat akan mengambil uang di gudang distributor minuman Teh Botol Sosro milik PT Sarana Caraka Mekarjaya, Kampung Cipicung, RT 12/05, Desa Mekarsari, Cileungsi, Bogor, malah ikut dirampok oleh 15 kawanan perampok bersenjata pistol yang sedang beraksi di gudang tersebut.

Akibatnya, uang sebesar Rp 1,2 miliar yang ada di mobil Securicor tersebut ikut dibawa kabur perampok. Sebelumnya pelaku sempat menguras uang setoran sebesar Rp 40 juta di perusahan tersebut. Aksi perampokan, Sabtu (11/10) malam itu, hanya berlangsung 10 menit.

Pelaku yang datang menggunakan dua mobil Kijang kapsul, satu diantaranya berplat nomor merah, tanpa permisi langsung masuk ke halaman parkir gudang minuman itu sekitar pukul 20.00 WIB. Kedatangan tamu tak diundang itu, membuat kaget lima satpam, yakni Umar, Sukirman, Denni, Dedi, dan Imron, yang sedang mengobrol dengan Burhan, kasir, dan Sersan Satu Hartono, anggota TNI-AD yang kebetulan sedang menunggu kedatangan mobil Securicor.

Umar kemudian mendatangi tamu tak diundang itu. “Selamat malam pak, anda mau bertemu siapa,” tanya Umar waktu itu. Bukan jawaban yang diberikan perampok, melainkan letusan pistol yang dipegangnya. Tembakan ke udara itu membuat Umar ciut, apalagi perampok mengancam akan menembaknya jika berteriak atau melawan.

Setelah itu, 14 pelaku lainnya dengan cepat langsung turun dari dua mobil, menghampiri semua korban yang sedang mengobrol di pos satpam depan.

“Jangan bergerak, jangan teriak kalau tidak mau ditembak,” ancam pelaku sambil mengacungkan pistolnya. Karuan saja enam orang yang ada di pos satpam itu tak berkutik karena beberapa pelaku mengacungkan pistolnya.

Dua pelaku menanyakan siapa kasirnya, Burhan menjawab, kasirnya sudah pulang. Jawaban ini membuat pelaku marah, pelipis Burhan dihajar pakai gagang pistol hingga berdarah. Kemudian ia digiring ke kantor oleh dua perampok untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Di ruang kasir, pelaku berhasil membobol brankas dan mengambil uang senilai Rp 40 juta. Sedangkan pelaku lain langsung menyekap enam korban di ruang tunggu dekat Pos satpam depan.


Berhasil melumpuhkan semua korban, beberapa pelaku berjaga di pos satpam seperti layaknya karyawan. Pelaku lain bersembunyi di tempat lain, dua lainnya stand by di mobil.

Tidak lama mobil Securicor yang datang secara rutin setiap pukul 20.00 WIB, masuk ke perusahaan itu untuk mengambil uang setoran.

Ketika tiga orang (satu diantaranya anggota polisi) dari perusahaan Securicor turun untuk mengambil uang setoran, para pelaku yang sudah menunggu langsung mengepung ketiga korban sambil mengancam akan menembak jika melawan.

Karena beberapa pelaku mengarahkan senjata apinya ke korban, ketiganya tidak berdaya. Ketiganya langsung digiring ke ruang elektrik, tempat penyimpanan mesin pendingin, lalu disekap disana.

Pelaku lainnya langsung mengambil beberapa tas berisi uang tunai senilai Rp 1,2 miliar yang ada dalam mobil Securicor. Berhasil mengondol uang Rp 1,240 miliar, semua pelaku langsung kabur menggunakan dua mobil kijang.

Menurut Marlan, petugas Satpam gudang Teh Botol Sosro PT Caraka yang ditemui Minggu (12/110) kemarin, kasus perampok ini ditangani petugas Polisi Sektor Cileungsi dan Polres Bogor.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor, Ajun Komisaris Ferdy Sambo, ketika dihubungi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Saat ini anggotanya sedang mengembangkan penyelidikan untuk mengejar pelaku. Namun hingga kini belum diperoleh kejelasan apakah senjata yang dibawa oleh pengawal mobil Securicor dan anggota TNI ikut terbawa atau tidak.

Menurut catatan Tempo News Room, aksi perampokan uang yang dialami perusahaan pengamanan Securicor sebesar Rp 1,2 milyar, merupakan korban kedua terbesar di Bogor, setelah aksi perampokan yang dialami oleh Pabrik Garmen Great River, 30 Agustus 2001 lalu.

Saat itu empat perampok berkendara dua motor berhasil mengondol uang gaji karyawan sebesar Rp 1,8 milyar. Dalam peristiwa tersebut seorang polisi dan sopir tewas ditembak pelaku. Saat itu polisi berhasil menangkap pelaku.

Deffan Purnama - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
Mayat Pria Tanpa Busana di Kamar Hotel
Pria Ditemukan Tewas Setelah Menghilang Lima Hari

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data