|
Jakarta Peringati Hari "Bersihkan Dunia".
11 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: "Berpikir Global dan Bertindak Lokal Melalui Daur Ulang Sampah" adalah tema acara Badan Sosial dan Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) "bersihkan dunia", yang berlangsung hari ini, Sabtu (11/10). Di Jakarta, acara ini dipusatkan di kampung Banjarsari, Cilandak.
Menurut Nuning S. Wirjoatmodjo, Senior Programme Assistant UNESCO, acara tahunan yang digelar untuk kedua kalinya di Indonesia ini mempunyai misi mengkampanyekan penyelamatan lingkungan.
Ia mengutip pernyataan Direktur UNESCO Jakarta, Profesor Stephen Hill, "Daerah pesisir seperti Jakarta akan menjadi asri apabila pengelolaan di daerah daratannya juga bagus." “Kami mengistilahkannya dengan tertib darat,” katanya.
Untuk mencapai “tertib darat” dibutuhkan suatu perubahan perilaku dan pola pikir melalui pendidikan lingkungan. Sejak tahun 1998, Banjarsari dijadikan sebagai pusat pelatihan pendaurulangan sampah secara menyeluruh.
Gerakan ini dimulai dengan membentuk Komite Lingkungan di Banjarsari, yang membangkitkan kesadaran yang sangat sederhana: memulai hal kecil dari diri sendiri. Awalnya mereka memulainya dengan pemilahan sampah organik seperti kertas dan sampah dapur dengan sampah anorganik seperti limbah berbahaya. Sampah kertas, seperti koran bekas pun akhirnya dapat disulap menjadi kertas hias yang memiliki nilai jual. Sedangkan sampah organik lainnya seperti daun-daun dimanfaatkan menjadi pupuk organik.
Saat ini program tersebut telah diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Bahkan semakin banyak permintaan untuk mengadakan pelatihan baik dari wilayah Jakarta Bogor Tangerang Bekasi maupun di luar Jabotabek.
Namun Nuning mengakui sangat sulit untuk mengukur keberhasilan program ini. Memang ada beberapa peserta yang dikirim ke daerah yang kemudian melapor perkembangan dari program ini. Misalnya, di Daerah Kelapa Gading. “ Tapi Setidaknya mereka terinspirasi oleh pelatihan yang mereka dapatkan untuk diterapkan di tempatnya,” katanya menambahkan.
Ketika ditanya mengenai bagaimana dengan kemungkinan Jakarta menjadi daerah yang asri, bersih, hijau dan ramah lingkungan seperti di Banjarsari, ia mengatakan itu masih mungkin dilakukan. Syarat cuma satu, yaitu gerakan lingkungan ini menjadi gerakan masif. ”Bayangkan efeknya, kalau dilakukan di setiap RW dan sekolah. bahkan di perkantoran,” ujarnya.
Fatih Gama - Tempo News Room
|