|
Bogor
Pemilik Ruko Ditemukan Menjadi Mayat
10 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Bogor: Setelah dua hari rumah tokonya tutup, Alexanta Murjono, 58 tahun, pemilik rumah toko (Ruko) yang menjual sembako dan kelontong di Pertokoan Warung Jambu, Blok A/12, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Jumat (10/10) ditemukan telah tewas penuh luka tusukan.
Diduga korban dibunuh pelaku yang sengaja masuk ke rukonya. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan latar belakang pembunuhan pengusaha tersebut.
Menurut adik korban, Andre, 55 tahun, ia yang pertama kali menemukan Alex setelah mendapat informasi dari Mimin, karyawan toko tersebut, karena sudah dua hari Mimin tidak bisa masuk ke toko karena semua pintunya tertutup, padahal biasanya setiap ia datang, toko itu sudah buka. Karena curiga akhirnya Mimin, menghubungi Andre.
“Setelah mendapat kabar dari Mimin, saya langsung ke toko kakak saya untuk mencari tahu keberadaannya,” kata Andre ketika ditemui di kamar mayat RSU PMI Bogor. Ketika sampai di ruko tersebut, Andre langsung mengecek semua pintu ruko, ternyata ia melihat roliing door tidak dikunci.
Setelah Andre mengangkat rolling door itu, ia kaget karena melihat kakaknya sudah menjadi mayat dengan posisi terkelungkup, ceceran darah masih terlihat di sekujur tubuhnya. Karena di dalam rolling door terpasang besi pelindung, ia tidak bisa masuk. Penemuan mayat ini langsung dilaporkan ke Markas Polisi Sektor Kota Bogor Utara.
Polisi yang datang ke lokasi penemuan mayat langsung mendobrak pintu besi, setelah dilakukan identifikasi, mayat korban di bawa ke RSU PMI untuk diotopsi.
Hasil pemeriksaan sementara korban diduga ditusuk oleh pelaku, dua tusukan pada bagian dadanya dan dua tusukan pada perutnya. Sedangkan bagian muka korban terlihat bekas pukulan benda tumpul, bibirnya terlihat sobek.
Kepala Polsek Kota Bogor Utara Ajun Komisaris Sukirman mengatakan pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan yang menimpa Alexanta, ia berharap dalam waktu dekat pelakunya bisa tertangkap.
Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) terlihat ada indikasi pelaku masuk melalui genteng belakang ruko, “Diduga ketika pelaku masuk ke dalam ruko kepergok korban, saat itulah pelaku membunuh korban, kemudian kabur,” jelas Sukirman kepada wartawan.
Deffan Purnama - Tempo News Room
|