|
Bekasi
Identitas Mayat Pria Bertato Diketahui
07 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi: Pria bertato tokoh punakawan Petruk yang ditemukan tewas kemarin di Gang Sawo RT 01/03 Jalan Pasopati, Bojong Menteng, Bekasi Timur, bernama Rifan Afandi alias Vero, 22 tahun. Korban yang tinggal di Jalan Gugus Depan II J, Bojong Menteng ini tewas dengan kondisi mengenaskan, Selasa (7/10).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban sehari-hari dikenal berprofesi sebagai tukang parkir mobil di Gang Sawo, Jalan Pasopati, Bojong Menteng. Selain itu, bapak dari dua bocah masing-masing berusia dua dan tiga tahun ini juga menyambi sebagai pengojek.
Saat Tempo News Room mendatangi rumah korban sekitar pukul 23.30 WIB semalam, jenazah baru tiba dengan mobil ambulans dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Istri korban tampak lemas saat melihat kedatangan jenazah. Dia tak sanggup menyambut kedatangan suami saat digotong ke dalam rumah. Kemudian dia dipapah sejumlah warga menyingkir dari rumah itu. Sementara anak korban dengan polos memelototi jenazah yang membujur dilantai rumah.
Peristiwa tragis ini menyita perhatian warga sekitar rumah korban. Mereka mendatangi rumah itu. Menurut keterangan sejumlah warga, korban dikenal tidak pernah membuat ulah yang merugikan lingkungan sekitar.
Iwan, paman korban, mengatakan tiga hari terakhir ini Rifan belum pulang ke rumah. Dia juga mengatakan, korban tidak memiliki pekerjaan yang tetap. “Padahal, kita mau membuatkan warung untuk modal usaha,” tutur dia sembari menunjuk ke kios yang belum sepenuhnya rapi didepan rumah.
Sebelumnya jenazah Rifan ditemukan oleh pemulung, Senin (6/10), sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian karena ketakutan, dia berteriak-teriak minta tolong. Teriakan itu didengar Narko, pengojek yang biasa mangkal di sekitar 7 meter dari lokasi penemuan. “Waktu saya buka plastiknya saya juga sangat kaget,” kata Narko.
Saat ditemukan, tubuh korban menumpang pada balok kayu. Kepala korban ditutupi dengan plastik putih. Leher bekas gorokan senjata tajam menganga selebar 10 sentimeter, sehingga nyaris putus. Telinga korban sebelah kiri mengalami sobek. Kemudian pada kepala bagian atas terdapat luka menganga selebar 7 sentimeter. Pelipis dan mata juga memar-memar. Sedangkan, di pinggang sebelah kiri terdapat sejumlah tiga tusukan.
Nampaknya kasus pembunuhan ini menjadi pekerjaan rumah bagi petugas polisi. Polisi ditantang untuk lekas menyelesaikan kasus ini sebelum kasus lainnya menumpuk.
Sampai sejauh ini, petugas Kepolisian Metro Bekasi masih menyelidiki motif pembunuhan sadis ini. Kasubnit I Iptu Silaban mengatakan, Satreskrim Unit Kejahatan dan Kekerasan Polres masih berupaya mengumpulkan data dari lapangan. Dia berkeyakinan pembunuhan ini dilakukan oleh orang yang dikenal korban.
Siswanto - Tempo News Room
|