|
Perampok Berkedok Tukang Bangunan Ditangkap
06 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk kawanan perampok berkedok sebagai tukang bangunan. Mereka acap kali merampok isi rumah yang bersebelahan dengan rumah yang sedang dibangun atau direnovasi. Baru lima orang yang tertangkap di Muara Karang sekitar dua minggu lalu, padahal jumlah kawanan ini diperkirakan lima belas orang. Hal ini dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi Mathius Salempang kepada wartawan, Senin (6/10) siang. “Mereka merupakan kawanan yang sering beraksi sejak 2001. Setidaknya itu yang diakui mereka,” kata Salempang.
Lima kawanan yang tertangkap adalah Kartimin alias Min, 34 tahun, Warsidi alias Dalba, 39 tahun, Rojali alias Kamto, 50 tahun, Pujianto alias Puput, 26 tahun, dan Agung Laksono, 25 tahun.
Perampok berkedok tukang bangunan ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok Pluit, Karang Anyar, dan Kranji Bekasi. Semua anggota kawanan ini berasal dari Karang Anyar, Jawa Tengah.
Berdasarkan pengakuan para tersangka, sebanyak empat kali mereka merampok. Pada tahun 2001, mereka merampok tempat penukaran uang asing di Blok M senilai Rp 30 juta, tahun 2002 di sebuah rumah di Jalan Pangeran Jayakarta membobol emas seberat dua kilo dan uang tunai Rp 10 juta. Di tahun yang sama kawanan ini membobol juga di Jalan Pangeran Jayakarta dengan hasil Rp 8 juta. Terakhir mereka membobol internit kantor Valuta Asing di Sawah besar dan membobol uang tunai pecahan dolar senilai Rp 1 miliar.
Selagi mereka mencari sasaran rumah yang layak dirampok, mereka bekerja sebagai kuli bangunan rumah yang mau direnovasi atau dibangun. Pada saat bekerja itulah, mereka mengintip ke bangunan sebelahnya untuk mengetahui apakah rumah tersebut berisi barang-barang mewah atau tidak. Mereka juga memastikan apakah pada malam hari, bangunan itu tidak didiami atau penjaga rumah.
Setelah merasa aman, malam harinya mereka beraksi. “Biasanya mereka loncat dari rumah yang tengah direnovasi ke rumah di sebelahnya,”kata Kasat Resmob Trihadi Sutono kepada wartawan, Senin (6/10). Begitu kaki mereka menginjak kaki di halaman rumah target itu, mereka merusak bangunan rumah itu dengan alat-alat pemberat seperti linggis, palu, dan tang. Sasaran penjebolan adalah di bagian langit-langit rumah sasaran.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
|