Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Tawaran Perumas Ditolak Warga Korban Penggusuran
03 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional (Perumnas) belum mau memenuhi permintaan Komisi Nasional (Komnas) HAM untuk menyediakan penampungan bagi korban penggusuran di Kampung Baru, Cengkareng Timur. Demikian kesimpulan pertemuan antara Kuasa Hukum Perumas, Soeprijadi, dan Wakil Ketua Komnas HAM, Salahuddin Wahid, Wakil Ketua Subkomisi Pemantauan, Taheri Noor, serta Seto Mulyadi, Ketua Komnas Perlindungan Anak, di Komnas HAM Jakarta, Jumat (3/10).

Sore harinya, usai bertemu dengan warga gusuran, Salahuddin Wahid, menyatakan kecewa atas keputusan Perumas yang masih belum bisa memberikan tawaran yang lebih baik. Menurutnya, sebenarnya masalah tidak akan berlarut bila Perumas mau menunda penggusuran.

Soeprijadi yang mewakili Perumas memberikan tiga tawaran, pertama, Perumas mengantarkan warga yang ingin pulang ke kampung. Kedua, warga boleh tinggal di rumah susun di lokasi penggusuran yang rencananya akan selesai 2004 atau ketiga, menyewa rumah susun di daerah Parung Panjang seharga Rp 14,6 juta. Tentu saja, warga menolak tiga tawaran itu dan minta pihak Perumas datang dalam pertemuan. Bahkan, warga minta ganti rugi atas penggusuran yang dilakukan Perumnas.

Warga juga minta pihak Perumas menyampaikan pesan kepada aparat ketentraman dan ketertiban (trantib) untuk tidak mengganggu warga yang masih mendirikan tenda di lokasi penggusuran. Tapi, tidak ada tanggapan dari pihak Perumnas. Hingga pertemuan berakhir, tidak ada kata sepakat. Rencananya, pertemuan dilanjutkan Senin (6/10).

Yophiandi Kurniawan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data