Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pencari Kerja Disekap untuk Dijadikan Pelacur
29 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: alang benar nasib Irnawati, 18 tahun, asal Rembang, Jawa Tengah. Dijanjikan hendak bekerja ke Malaysia sebagai baby sitter ternyata justru disekap di Batam untuk dijadikan pelacur.

Hal ini diungkapkan oleh paman Irnawati, Susindring, saat melaporkan hal tersebut ke Yanmas Polda Metro Jaya, Senin (29/9). "Hingga saat ini keberadaan keponakan saya masih belum jelas," katanya sambil menahan tangis.

Berawal ketika dua minggu yang lalu Irnawati meminta izin pamannya untuk bekerja di Malaysia sebagai baby sitter// dengan kontrak lima bulan dan gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan. "Saya katakan kalau memang benar, nggak masalah," ujarnya.

Saat Irnawati berangkat ke Malaysia, Susindring harus pulang ke kampung karena mertuanya meninggal dunia. Saat kembali ke Jakarta, pamannya mulai cemas karena sudah seminggu Irna tidak pulang.

Sore harinya Irna yang lulusan SD itu menelepon mengatakan bahwa dirinya tengah disekap di Batam hendak dijadikan pelacur. Namun Irna mengatakan dia bisa keluar apabila pamannya mengirimkan uang sebesar Rp 500 ribu kepada Wili Rusmiati melalui rekening BNI cabang Sorong.

Kemudian Susindring menghubungi Wili melalui nomor telepon 08155759730 lalu mentransfer uang sebanyak Rp 500 ribu melalui BNI cabang Jatinegara ke rekening Wili yaitu 279003949457901.

Susindring yang juga seorang pedagang yang biasa mangkal di dekat Pos Polisi Mardisiwi Cawang mengatakan ketika keesokan harinya menghubungi Irna, dikatakan bahwa keponakannya belum menerima uang tersebut.

Karena panik dia kemudian berusaha menghubungi Wili yang terus menghindar. Akhirnya atas nasehat petugas polisi dia melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. "Saat ini yang saya laporkan adalah Wili karena ia yang tahu dan menjanjikan akan membebaskan keponakan saya," ujarnya.

Sita Planasari A - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
Mayat Pria Tanpa Busana di Kamar Hotel
Pria Ditemukan Tewas Setelah Menghilang Lima Hari

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data