|
Jakarta Timur
Perampok Ikat Kemaluan Korban
27 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perampok bertopeng di sebuah toko etalase Jumat (26/9) malam mengikat kemaluan korbannya. Menurut korban bernama Wang Fi I, perempuan 55 tahun, perampok masuk rumahnya ketika dia mandi sehingga tidak mendengar ribut-ribut di halaman rumah, di Jalan Raya Bogor Rt 9/10 Kramat Jati Jakarta Timur. Perampok berhasil membawa uang Rp 17 juta dan Surat Tanda Nomor Kendaraan sedan Toyota.
Akibat kelakuan para perampok, kemaluan Wang sampai mengeluarkan darah. “Sampai sekarang masih sakit,” katanya di rumahnya, Sabtu (27/9). Tapi Wang tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit.
Bagaimana Wang sampai "disiksa"? Menurutnya, tiba-tiba salah seorang perampok membuka paksa pintu kamar mandi. Rambut Wang ditarik dan lehernya dicekik. Wang juga diseret keluar kamar mandi. Sesampainya di luar, korban yang masih dalam keadaan telanjang dipukuli hingga mengakibatkan lembam di pipi dan leher. “Saya dipukul sampai 30 kali,” kata Wang.
Bukan hanya itu saja, perampok juga mencoba memperkosa Wang. Namun korban yang sadar akan diperkosa berteriak minta tolong. Tapi tidak ada yang bisa menolongnya. Ia membela diri dengan mencoba melawan perampok. “Saya shock sekali sampai sekarang,” katanya.
Siksaan belum berakhir. Ketika ia akan keluar rumah, perampok sempat membacok punggungnya, menggunakan samurai milik adik Wang.
Selain Wang, ibu kandungnya Lau Kie Seng, 76 tahun juga menjadi korban. Menurut Nandi, adik Wang, ibunya sempat dipukul dan diinjak-injak kepalanya. Tangan kanan ibunya sampai patah. Saat ini sang ibu masih dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta Timur.
Korban satu lagi adalah Popi. Adik Wang ini dicekik menggunakan tali. Kepalanya juga dinjak-injak perampok.
Kedua anak Popi juga tak luput dari kekasaran. Lisa, 5 tahun dan Yuli, 7 tahun dipegang alat kelaminnya oleh perampok. Selain itu kedua bocah itu juga di pukuli berulang kali. Sang ibu, mengaku sangat takut kedua anaknya akan diperkosa.
Menurut Nandi, perampok masuk dengan melompat dinding belakang rumah, yang bersebelahan dengan sebuah pabrik farmasi yang kosong.
Hingga saat ini, keempat perampok masih belum ditemukan. “Tanya saja sama polisi,” kata Nandi.
Agriceli - Tempo News Room
|