|
Metro
Preman Kali Baru dan Sopir Taksi Tawuran
04 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Preman Kampung Kebon Kali Baru Cilincing Jakarta Utara terlibat tawuran dengan puluhan sopir taksi Kamis (4/9) dinihari tadi di Jalan Kali Baru Barat I Jakarta Utara. Dalam peristiwa tersebut dua sopir taksi, Musa dan Wasroni, warga Kali Baru Barat Rt 6/8, menjadi korban.
Menurut keterangan salah seorang teman korban, Samiun, 30 tahun, yang ditemui di rumahnya Kamis (4/9) siang, peristiwa tersebut terjadi karena Nuridin, 28 tahun, sopir Gading Taksi, menolak memberikan uang pada Ramang, salah seorang warga Kebon Kacang. Ramang yang dikenal sebagai preman di kawasan tersebut kemudian memukul sopir taksi tersebut. Merasa tidak berani melawan, Nuridin pun diam saja sampai akhirnya Ramang pergi.
Setelah aksi pemukulan tersebut terjadi, Nuridin kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada teman-temannya. Saat itu kawan-kawannya yang sering merasa diperlakukan seperti itu langsung menuju ke tempat kejadian. “Tadi malam Musa yang paling ngotot,” ujar Samiun. Di tempat kejadian, ternyata Ramang pun telah menyediakan pasukannya dari warga Kampung Kebon. Massa yang mau bentrok itu diperkirakan lima puluh orang.
Sekitar pukul 03.00 WIB dinihari tadi, kedua kelompok itupun terlibat baku hantam. Musa terkena bacokan senjata tajam di kepalanya. Sementara itu, kakak korban yang saat itu berada di tengah-tengah aksi itupun ikut terluka. “Dia terkena tusukan di pantatnya,” kata Samiun. Diperkirakan pelakunya adalah Ramang. Peristiwa itu berhenti ketika Ketua RW setempat, Saefudin, datang ke lokasi kejadian melerai kedua kelompok tersebut. Sementara itu, keduanya dibawa ke Rumah Sakit Koja Jakarta Utara. Musa mendapat jahitan luka di kepalanya, sementara Wasroni menjalani perawatan biasa.
Secara terpisah Ketua RW setempat, Saefudin, yang ditemui di rumahnya membenarkan peristiwa itu. Menurutnya peristiwa tersebut hanyalah sebuah salah paham. Meski diakuinya kedua kelompok tersebut sering terlibat cekcok. Saat tadi malam, dirinya dilapori warga bahwa Ramang memukul salah seorang sopir taksi. Akibatnya kedua kelompok tersebut menyiapkan diri untuk saling menyerang. “Sebenarnya malam itu sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Namun sayangnya, tadi malam Saefudin mengaku memiliki keperluan ke daerah Tanah Abang Jakarta Pusat. Saat itulah kedua kelompok tersebut saling baku hantam kembali. Dirinya yang saat itu tengah di perjalanan kembali lagi ke lokasi. Hinga akhirnya peristiwa tersebut tidak berlanjut. Selain itu dirinya meminta bantuan pihak Polsektro Cilincing.
Sayangnya, pihak Polsektro Cilincing yang dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut Kamis (4/9) siang masih belum bisa memberikan keterangan. Kapolsek Cilincing, Kompol E. Krisnanto yang ditemui wartawan di ruang kerjanya enggan memberikan keterangan. “Saya belum menerima laporan peristiwa tersebut,” ujarnya.
Danto - Tempo News Room
|