|
Metro
Jakarta Siapkan Hujan Buatan Pertengahan September
04 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan hujan buatan pada pertengahan September nanti. Rencana ini akan menelan biaya sekitar Rp 2,2 miliar. Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, Kosasih Wirahadikusumah mengatakan, berdasarkan perkiraan musim dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Lapan dan BPPT, sampai akhir Oktober curah hujan rendah. “Jadi kita kawatir karena musim kering sudah berjalan dua bulan lebih,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/9).
Ia berharap, selain untuk mengatasi kekeringan itu, hujan buatan juga dilakukan untuk manajemen atmosfer. Maksudnya, hujan buatan juga bisa digunakan untuk mengendalikan curah hujan pada musim hujan mendatang yang diperkirakan datang November. Selain itu, hujan buatan juga diharapkan bisa mengaliri air tanah yang selama empat bulan ini menyusut. Padahal 46 persen penduduk Jakarta masih menggunakan air tanah. Selebihnya mengkonsumsi air PAM.
Meskipun demikian, kata Kosasih, hujan buatan ini tidak akan serta merta menaikan ketinggian air di Jati Luhur yang selama ini menjadi sumber kebutuhan air penduduk Jakarta. “Kecuali ada hujan buatan di sungai Citarum,” katanya. Meskipun demikian, menurut kajian dari BPPT, kondisi sungai Citarum belum memadai untuk dilakukan hujan buatan.
Hujan buatan di Jakarta akan dilakukan dalam dua tahap selama 20 hari. Masing-masing tahap terdiri dari 10 hari dengan masa interval selama satu minggu. Hujan buatan akan dilakukan di atas gunung Salak dan Gunung Pangrango. Menurut Kosasih, saat ini kondisi awan sudah dimungkinkan dilakukan hujan buatan itu.
Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Muhayat, mengatakan, kebutuhan dana Rp 22 miliar itu merupakan hasil kajian dari BPPT. Rencananya anggaran ini akan diambil dari Pos Tak Tersangka APBD. “Tapi ini belum final karena kita masih akan mengusulkan dahulu,” katanya.
Multazam - Tempo News Room
|