Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Ruang Penyimpan Bendera Pusaka Bakal Dilapisi 15 Kg Emas
03 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemindahan bendera pusaka Merah Putih dari Istana Negara ke Monas membutuhkan 15 kilogram emas. Emas tersebut digunakan untuk melapisi beberapa ruangan di tempat penyimpanan bendera pusaka yang baru.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Propinsi DKI Jakarta Nurhadi Sastrapradja mengatakan, emas dengan kadar 24 karat akan digunakan untuk melapisi gapura, tempat masuk ruangan penyimpan bendera pusaka. Selain itu, beberapa hiasan di ruangan penyimpan, seperti peta Indonesia, teks proklamasi, dan lambang negara burung Garuda juga akan dilapisi emas. “Pokoknya untuk emas ini dananya Rp 1,064 miliar,” kata Nurhadi kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (3/9).

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan bendera pusaka Merah Putrih yang saat ini berada di Istana Negara ke Monas. Rencana ini memakan dana Rp 3,5 miliar. Prosesi pemindahan bendera itu sendiri akan dilakukan pada bulan Oktober.

Menurut Nurhadi, selain untuk melapisi emas, anggaran sebanyak ini digunakan untuk pengadaan sistem keamanan, dekorasi, biaya konsultan, dan biaya prosesi pemindahan bendera. Nurhadi mengatakan, rencana sistem pengamanan proyek ini memakan dana sebesar Rp 1,3 miliar. Dana ini digunakan untuk pengadaan detektor logam, sistem penerangan, dan pengawasan melalui CCTV.

Biaya dekorasi dan konsultan, masing-masing mencapai Rp 105 juta dan Rp 121 juta. Menurut Nurhadi, proyek ini menggunakan jasa konsultan Artirnam. Sementara, biaya prosesi pemidahan mencapai Rp 500 juta.

Pada prosesi pemindahan, disiapkan tandu untuk membawa bendera pusaka. Sebanyak 17 pelajar akan membawa tandu itu melewati dua jalan alternatif. Alternatif pertama, dari Istana Negara melewati Jalan Medan Merdeka Utara ke Monas. Alternatif kedua, keluar dari Istana Negara melalui Jalan Medan Merdeka Utara, ke Jalan Merdeka Barat, selanjutnya melewati air mancur kuda Arjuna Wiwaha menuju Monas. “Prosesi ini hanya akan memakan waktu setengah jam,” katanya.

Nurhadi mengaku tidak mengetahui darimana ide tentang pemindahan bendera ini. Namun dia mengaku, pertama membicarakan rencana ini di Sekretariat Negara. Sekretariat Negara, kata dia, memberikan gambara dan petunjuk tentang rencana ini. “Saya hanya diperintah,” katanya. Meskipun demikian, Nurhadi mengaku, untuk proyek ini pihaknya tidak menerima dana dari Sekretariat Negara. (Multazam—Tempo News Room)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data