Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Anak Muda Tewas Akibat Over Dosis Putaw
02 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ridwan Rivai, 23 tahun, warga Jalan Bendungan Jago RT 11/01, Kemayoran, Jakarta Pusat ditemukan tewas tergeletak di pinggir waduk Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/9) siang.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini, ditemukan Utsina, 60 tahun warga RT 04/05, kelurahan Papanggo, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Menurut keterangannya, saat pulang memancing ikan di waduk tersebut, dia melihat seorang lelaki tergeletak dipinggir waduk. "Selain itu celananya sedikit terbuka," katanya. Korban memakai kaos warna merah dan celana jins warna coklat.

Semula, Utsina menyangka korban tengah tertidur. Namun ketika dilihat lebih jeli, ternyata korban sudah tidak bernafas. Saat itu dia langsung melapor kepada Ketua RT setempat, Rosadi. Setelah menerima laporan tersebut, mereka kemudian mengecek ketempat peristiwa. Lalu, mereka melaporkan hal itu ke Kepolisian Sektor Tanjung Priok.

Pihak polisi bersama saksi-saksi, kemudian kembali ke tempat korban. Dari celana korban, polisi menemukan kartu identitas. Menindak lanjuti hal tersebut, polisi mengecek ke alamat yang tertera di KTP korban. Polisi menjumpai Safari, 45 tahun, ayah korban yang hingga laporan ini diturunkan masih dimintai keterangan pihak polisi.

"Saya bersyukur polisi membantu menemukan anak saya," ujar Safari. Munurutnya, Ridwan adalah pemakai berat putaw. Korban kerap memakai barang haram tersebut sejak kelas satu SMU. "Saya sering menasehati, malah tak jarang saya pukul, tapi dia tak pernah sadar," katanya.

Tapi, sebenarnya Ridwan sempat ingin memperbaiki diri. Lalu, Ridwan dititipkan Safari ke adiknya di Lampung. Sekitar enam bulan lalu, Ridwan mengaku ingin mendapatkan pekerjaan. Lalu, Ridwan diberi pekerjaan di perumahan Bumi Serpong Damai Tanggerang bagian pertamanan. Sejak saat itu, Ridwan tekun bekerja. Biasanya dia pulang kerumah setiap satu bulan sekali.

Safari mengaku kaget saat dikabari polisi anaknya telah meninggal akibat over dosis putaw. Kini korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

danto-Tempo News Room



Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data