Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Lembaga Pemasyarakatan Tangeran Dirikan Pesantren
28 Agustus 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wali Kota Tangerang HM Thamrin meresmikan pondok pesantren At-Tawwabin yang berlokasi di Masjid Baitusalam, Lembaga Pemasyarakatan Dewasa kelas I. “Diharapkan pesantran ini menjadi terobosan pembinaan mental spiritual bagi para napi sebagai bekal jika lepas dari tahanan dan kembali ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Thamrin dalam sambutan tertulisnya, Kamis, (29/8).

Pondok pesantren yang telah melakukan kegiatan selama dua bulan terakhir ini telah menampung 100 santri napi. Pengajar diambil dari ustadz berbagai pondok peantren
terkenal seperti Yayasan Al-Azhar, As Syukriyyah, Az-Zikra, Hisbut Tahrir Indonesia.

Pendirian Ponpes At-Tawwabin ini diinspirasikan oleh H. Moch Rizieeq Syihab, ketua Front Pembela Islam, Ustadz Abubakar Ba'asyir (Imam Besar Majelis Mujahidin Indonesia) di masjid At-Taubah Rutan Salemba. Keduanya memang ditahan di rumah tahanan ini berkaitan dengan sejumlah tuduhan. Keduanya ingin napi di dalam penjara bertaubat, berbuat lebih baik dan bertaqwa.

Kepala LP Tangerang Didin Sudirman mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya pondok pesantren di dalam penjara. “Ponpes itu merupakan kelanjutan dari program kerohanian di LP yakni iqro atau belajar membaca Al-quran,” ujar Didin. Seorang napi yang juga nyantri di pesantren itu, Heri, mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan
keagamaan. “Apalagi menjelang puasa, serasa ingat kampung halaman, lebih khusuk ibadah kita,” ujarnya.

Saat ini jumlah penghuni LP mencapai 1.191 orang dan 730 orang diantaranya dihukum karena kasus narkoba. Acara peresmian yang diikuti khusuk para santri itu diakhiri dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh Sekjen FPI, Syafri Lubis. (Ayu Cipta—Tempo News Room)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data