|
Metro
Pesta Peringatan 17 Agustus Ricuh, Satu Orang Tewas
24 Agustus 2003
TEMPO Interaktif, Bogor:Pesta dangdutan dalam rangka peringatan 17 Agustus berakhir ricuh. Aming, 28 tahun, warga Kampung Parung Pinang RT 3/12, Desa Ciangsana, Gunungputri, Bogor, bahkan tewas ditembak orang tak dikenal, Minggu (24/8) dini hari.
Aming meninggal setelah dada kirinya bocor tertembus peluru. Sebagai ketua seksi keamanan di pesta peringatan kemerdekaan itu, ie mameng berusaha melerai perkelahian yang terjadi.
Semula, hiburan dangdut di Kampung Parung Pinang RT 01/12,Bogor itu berjalan lancer. Tetapi begitu malam beranjak pagi, sekitar pukul 02.30, suasana mulai panas ketika beberapa orang yang berjoget diduga telah menenggak minuman keras. Tiba-tiba saja, sekelompok pemuda terlibat perkelahian.
Aming selaku ketua seksi keamanan langsung turun tangan. Ia sempat melerai perkelahian tersebut. Namun rupanya kelompok pemuda lain masih kurang puas hingga perkelahian susulan pun terjadi. Kembali, Aming berusaha melerai. Saat itulah, tiba-tiba terdengar suara ledakan, diikuti dengan ambruknya tubuh Aming. Serentak, perkelahian seru itu pun berhenti dan para pelakunya langsung melarikan diri. Tak jelas, dari pistol mana peluru dimuntahkan serta siapa pelakunya.
Sekitar pukul 04 dini hari, mayat Aming dikirim ke RSU PMI Bogor untuk diautopsi.
Hingga Minggu siang, petugas Polsek Gunung Putri masih menyelidiki siapa pelaku penembakan.
Kepala Polsek Gunung Putri Ajun Komisaris Sartono ketika dikonfirmasikan mengatakan kasus tertembaknya Aming masih dalam penyelidikan. “Kasusnya sudah diserahkan ke Polres Bogor,” jelas Sartono. Sementara itu Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar M Taufik ketika dihubungi melalui telepon sedang tidak berada di tempat, menurut salah seorang stafnya, Kapolres Bogor kini sedang berada di Bandung.
deffan purnama/TNR
|