TEMPO Interaktif, Jakarta: Ribuan warga hari ini mengadakan acara perlombaan 17 Agustusan di Kebon Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. “Banyak rombongan yang menggelar lomba di sini. Ada juga orgen tunggal,” kata Madinah, juru bicara Kebon Binatang Ragunan, kepada Tempo News Room, Senin (18/8).
Menurut Madinah, kepada rombongan tidak dikenakan biaya tambahan. Mereka hanya dikenakan tiket masuk seperti biasa yakni Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.
Lomba yang digelar di tengah tanah lapang yang diteduhi rerimbunan pohon itu tidak kalah serunya dengan perlombaan biasa yang digelar di RT/RW masing-masing. “Ada lomba makan kerupuk, balap karung, masukin pensil ke botol dan sebagainya. Ya, persis seperti yang biasa diadakan di lingkungan, “ kata Madinah.
Dijelaskan Madinah, kemarin jumlah pengunjung mencapai 55.650 orang. Angka itu lumayan fantastis karena mencapai dua kali lipat dari pengunjung hari Minggu biasa yang berkisar 25 sampai 30 ribu orang. Untuk hari ini, dia belum bisa menghitung, namun tercatat ada 30 rombongan.
Lomba yang sama juga diadakan pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Misalnya lomba tangkap bebek hidup, panjat pinang dan musik dangdut. “Ada juga Festival Archipelago yang digelar di pulau Kalimantan di gugusan miniatur kecil Indonesia yang ada di atas danau buatan, “ kata Jerry staf Humas TMII, Senin (18/8). Menurutnya, aneka lomba itu sudah digelar sejak kemarin yang pengunjungnya mencapai 60 ribu orang.
Karena selama musim kemarau air danau TMII surut, kendaraan semacam kapal berbentuk bebek yang digerakkan dengan kaki, untuk sementara berhenti dioperasikan. Tinggal kereta gantung yang masih melintas di atas pulau-pulau buatan itu. Maka selama festival, pengelola TMII membuatkan jembatan tidak permanen yang menghubungkan pinggir danau dengan pulau Kalimantan yang menjadi pusat perayaan. “Panjat pinang juga digelar di 'pulau' itu, “ kata Jerry.
Anjungan-anjungan perwakilan provinsi di Indonesia juga menggelar aneka lomba. “Semuanya gratis, “ kata Jerry. Jenis lombanya diserahkan kepada kreativitas pengelola anjungan masing-masing. “Ada lomba balap karung, lomba joget dan sebagainya,” katanya. (Anastasya Andriarti—Tempo News Room)