Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pasien RSCM Lompat dari Gedung Lantai Lima
10 Agustus 2003


TEMPO Interaktif, Jakarta: Damai Nababan (35 tahun) tewas akibat lompat dari lantai 5 gedung Instalasi Rawat Inap (Irna) B RSCM, Minggu (10/8) pukul 11.00 WIB. Diduga korban bunuh diri karena putus asa menghadapi penyakitnya dan permasalahan keluarga.

Menurut Lusi Nababan, korban sudah dirawat 10 hari di bagian penyakit dalam RSCM. Hari Minggu ini, dirinya bersama saudaranya Bontor Nababan, datang untuk menjenguk korban sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu, korban sempat cerita soal keluarga tapi tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari korban. “Korban tidak mengeluh,” ujar sepupu korban ini. Kemudian, salah seorang dokter memberikan resep obat untuk ditebus. Lalu korban menyerahkan resep itu kepada Lusi, ”Tolong tebusin obat di apotik,” kata Lusi mengutip perkataan Damai.

Selanjutnya, kedua orang itu pergi ke apotik. Ketika, keluar dari apotik mereka mendengar orang ribut-ribut yang mentakan ada yang lompat dari lantai lima. “Saya nggak nyangka kalau itu kakak saya. Karena orang ributnya yang loncat berambut panjang. Sementara kakak saya rambutnya pendek,” ujarnya. Namun, betapa kagetnya ia ketika sampai di Irna B, yang lompat dari lantai V itu adalah kakaknya sendiri.

Korban merupakan ibu dari dua anak yang pertama berusia 3 tahun dan yang kedua berusia 2 bulan. Korban meninggalkan seorang suami yaitu Benget Siahaan, mereka tinggal di Duren Ujung VIII/3 Bekasi Barat.

Menurut Fatimah, rekan satu ruangan di Irna B, korban memang biasa pergi ke kamar mandi sendiri. Saat itu, ia sempat melihat korban meninggalkan tempat tidurnya. “Saya pikir dia (Damai) mau pergi ke kamar mandi. Tapi kok nggak balik-balik lagi,” ujarnya. Ternyata, dia mendengar korban sudah meninggal karena lompat dari lantai V. Biasanya, kata Fatimah, kalau ke kamar mandi korban tidak lama, sebab korban mengalami sesak nafas. “Kalau ke kamar mandi buru-buru balik, langsung pasang selang oksigen lagi,” kata Fatimah sambil berbaring di tempat tidurnya.

Fatimah menceritakan korban sering terlihat bengong, melamun. Ia juga memperhatikan Damai jarang dijenguk keluarga, termasuk suaminya sendiri. Suaminya kalau datang, sekitar 2 hari sekali. Begitu datang mereka sering ribut. “Tapi, saya nggak ngerti ributnya soal apa, karena pakai bahasa Batak,” ungkapnya.

Korban, lanjut Fatimah, sering mengeluh soal penyakit paru-parunya dan juga keluarganya. Fatimah mengaku sering menasehati korban untuk tidak banyak berfikir. “Udah nggak usah dipikirin, kita kan lagi berobat,” katanya.

Menurut Suster Elmy Wirin, saat itu korban mengaku ingin buang air kecil. Ketika diperiksa ke toilet ternyata tidak ada. Tiba-tiba ada telpon dari lantai 1 kalau ditemukan seseorang yang jatuh dari lantai atas. Korban bilang sama suster mau buang air kecil namun kemudian belok ke arah pintu samping Irna B. Dia menambahkan korban mengidap penyakit Bronchopneumoni atau paru-paru. (Lis Yuliawati—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data