|
Jakarta
Sutiyoso Minta Tambahan Dana Rp 579 Miliar
04 Agustus 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengajukan tambahan anggaran Rp 579,44 miliar. Dana susulan tersebut antara lain untuk persiapan Pemilu 2004, proyek busway, realisasi pembangunan Banjir Kanal Timur, dan antisipasi penutupan lokasi sampah Bantargebang, Bekasi.
Di samping itu, menurut Sutiyoso, anggaran susulan juga untuk menambal belanja wajib pegawai, telepon, air, dan listrik. "Biaya air, telepon, dan listrik direncanakan Rp 11,5 miliar. Angka ini diperoleh dari hasil pantauan selama enam bulan di beberapa unit kerja," kata Gubernur di hadapan rapat DPRD, Senin (4/8).
Dengan usulan itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2003 naik sekitar 5 persen dari Rp 11,07 triliun menjadi Rp 11,65 triliun. Sutiyoso mengatakan, jika dilihat dari kelompok belanja, sektor administrasi umum turun dari Rp 3,82 triliun menjadi Rp 3,62 triliun. Sebaliknya, kelompok belanja operasional, pemeliharaan sarana, dan prasarana publik, mengalami kenaikan dari Rp 3,76 triliun menjadi Rp 4,16 triliun. Adapun kelompok belanja tak terduga membengkak dari Rp 74,18 miliar menjadi Rp 96,89 miliar.
Dana di bidang pemerintahan juga ditambah dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 3,73 triliun. Tambahan diperuntukkan bagi biaya operasional Dewan Kota, pemeliharaan kawasan Taman Monas, seleksi tenaga kerja kontrak guru, serta pengadaan alat pengaman Balai Kota.
Sementara itu, untuk bidang ekonomi mengalami kenaikan dari Rp 457,89 miliar menjadi Rp 458,21 miliar. Dana tambahan ini untuk pengembangan Taman Margasatwa Ragunan dan penghijauan hutan kota di bantaran Kali Angke. Dalam kesempatan itu, Sutiyoso menyampaikan usulan kenaikan anggaran untuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, serta kependudukan dan tenaga kerja. Usulan ini akan dibahas oleh Komisi Anggaran DPRD DKI. (Dewi Retno—Tempo News Room)
|