Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Polisi Masih Telusuri Soal Pembunuh Bayaran
22 Juli 2003


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar menyatakan polisi selama ini belum pernah menemukan pelaku kejahatan yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran. “Kalau kerjaannya itu-itu saja (membunuh), itu yang dinamakan pembunuh bayaran,” kata Da’i, seusai membuka work shop tentang peranan Polri dalam pengelolaan industri security di era reformasi di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (22/7).

Pernyataan Da’i ini berkaitan dengan penembakan terhadap Direktur Utama PT Asaba Boediharto Angsono Sabtu pekan lalu. Media massa menuliskan pembunuhan itu dilakukan secara matang dan dilakukan oleh pembunuh bayaran. Menurut Da’i, kasus yang ditangani Polri saat ini, belum ada satupun pelaku yang benar-benar dikatakan pembunuh bayaran. Kalaupun ada orang yang disuruh membunuh itu bukan termasuk pembunuh bayaran. “Motivasinya bisa karena uang, dendam atau kesamaan kepentingan,” ujarnya. Untuk memastikan apakah pelaku yang membunuh Boediharto adalah pembunuh bayaran, Da’i berjanji akan memperdalam masalah itu. “Tapi itu nanti kalau pelakunya tertangkap,” ujarnya.

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya, Irjen Makbul Padmanegara menyatakan, sampai saat ini polisi belum bisa menemukan siapa pelaku penembakan itu. Polisi masih menelusuri berbagai kemungkinan yang mengarah kepada pelaku.

Berkaitan dengan kepemilikan senjata api, Makbul menyatakan, sampai saat ini UU Darurat No.1 masih tetap berlaku. Sehingga, setiap orang yang memiliki atau membawa senjata api harus dilengkapi surat-surat dari aparat yang berwewenang. “ Kalau tidak memiliki izin itu artinya ilegal,” katanya. (Suseno—Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data