|
Jakarta
Senjata Penembak Dirut Asaba Sama Dengan Senjata TNI
22 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komandan Polisi Militer TNI AD Mayor Jenderal Sulaeman AB mengatakan bahwa pelaku penembakan terhadap Direktur Utama PT Asaba, Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Edy Seyyed, kemungkinan pembunuh bayaran. “Melihat cara dan akibat penembakan, saya sepakat mereka terlatih dan terencana dengan baik,” kata Sulaeman di Jakarta, Selasa (22/7).
Selain itu, Sulaeman juga mengaku bahwa peluru yang digunakan dalam penembakan sama dengan standar yang digunakan TNI yaitu berkaliber 9 mm. Ini dilihat dari selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian perkara Namun, ia belum melihat kemungkinan adanya keterlibatan anggota TNI. “Kalau ditemukan indikasi keterlibatan aparat TNI, sudah pasti akan diproses,” katanya.
Menurut Sulaeman, dari hasil penelitian sementara, pelaku kemungkinan menggunakan pistol FN atau senjata laras panjang. Namun ia belum bisa memperkirakan latar belakang pelaku penembakan. “Kemungkinannya masih sangat banyak,” kata dia. Ia mencontohkan orang yang memiliki kemampuan menembak seperti itu bisa saja anggota Perbakin (Persatuan Olahraga Menembak Seluruh Indonesia). Ia menerangkan, anggota organisasi ini berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, olahragawan bahkan wartawan.
penjelasan Sulaeman itu terkait dengan penembakan atas Dirut Asaba Boediharto dan pengawalnya ketika hendak berolahraga di GOR Sasana Krida, Pluit, Jakarta Utara. Pelakunya berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Sampai saat ini polisi belum dapat menemukan pelaku tersebut.
(Indra Darmawan-TNR)
|