TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Makbul Padmanegara mengatakan, pembunuhan terhadap Presiden Direktur PT Aneka Sakti Bakti (Asaba) Boedi Harto Angsono, berdasarkan penyelidikan, belum ada keterlibatan sindikat pembunuh bayaran. Demikian dikatakannya usai acara peresmian pembelian kapal Bisma, di pangkalan Direktorat Polisi Perairan Babinkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/7).
Makbul menjelaskan, polisi sampai saat ini belum bisa menyimpulkan apakah pembunuh direktur yang tewas ditembak pada Sabtu (19/7) pukul 05.30 WIB di depan gelanggang olahraga Laksana Krida, Penjaringan, Jakarta Utara itu anggota dari mafia bayaran. “Kami masih dalam tahap penyelidikan,” katanya. Belum diketahui dugaan keterlibatan sindikat tersebut disebabkan tersangka pembunuhan belum tertangkap.
Kendati demikian, Kapolda mengakui saat ini ada sindikat kejahatan yang bermotif bayaran. “Bisa saja terjadi,” katanya. Tapi, lanjutnya, dalam kasus penembakan PT Asaba ini belum bisa dikatakan adanya keterlibatan kelompok tersebut.
Dugaan adanya kelompok sindikat pembunuh bayaran tersebut dikatakan Makbul terbukti pada kejahatan di daerah Sunter. Kejahatan itu menurutnya adalah kasus penganiayaan terhadap dua orang suami istri dengan modus meyiramkan air keras terhadap korban. Pelaku tersebut tertangkap dan mengaku melakukan aksinya dengan imbalan bayaran. “Itu dibayar oleh orang untuk melakukan demikian,” kata Makbul.
Dalam kasus ini, kata Makbul, meski motifnya dibayar oleh orang lain, tetapi peristiwa tersebut terjadi hanya sebatas kasuistis. “Hanya case per case, ujarnya. Peristiwanya sendiri bermula dari ketidak senangan individu per individu. “Bukan anggota sindikat,” tandasnya.
Perihal kasus penembakan terhadap Direktur PT Asaba sendiri yang diduga dilakukan oleh menantu korban, yakni Gunawan Santosa, Makbul menjelaskan bahwa pengejaran terhadap dirinya dilakukan oleh sebab Gunawan juga tengah menjadi buruan kepolisian. “Ia itu masuk DPO (Daftar Pencarian Orang), karena kabur dari LP Kuningan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol. Erwin Mappaseng, mengungkapkan hal senada. Menurutnya peristiwa penembakan terhadap Boedi Harto hanya sebatas peristiwa kasuitis.
Erwin menjelaskan dari kasus-kasus yang terungkap selama ini, belum pernah ditemukan satu sindikat pembunuh bayaran seperti yang ada di luar negeri. Demikian pula terhadap kasus penembakan terhadap para direktur PT Asaba. Erwin meyakini bahwa itu tidak berkaitan dengan kasus-kasus penembakan lainnya. “Jangan beranggapan di Indonesia ada pembunuh bayaran, belum sampai ke sana,” tambah dia.
Untuk menangani kasus ini, hingga saat ini polisi telah membentuk tim dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri bekerja sama dengan beberapa Polda. “Ini untuk mengantisispasi kaburnya pelaku ke daerah,” katanya.
(Danto-Tempo News Room)