|
Jakarta
Penertiban Warung Menuju Bandara Diwarnai Bentrokan
18 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bentrokan antara petugas dan warga terjadi saat berlangsungnya penertiban warung di sepanjang bantaran daerah aliran Sungai (DAS) Cisadane di Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang, Jumat, (18/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Warga Selapajang, Neglasari, itu membakar ban dan kayu. Batu-batu juga beterbangan ke arah puluhan petugas penggusur yang dibantu 100 petugas dari Kepolisian Resort (Polres) Tangerang.
Peristiwa itu terjadi tepat di depan gerbang masuk pergudangan Bandara Mas, berjarak 200 meter dari pintu gerbang M-1 menuju Bandara Soekarno-Hatta. Mula-mula, petugas penggusur yang dibantu polisi itu dengan santainya menggergaji papan warung dengan mesin chainsaw. Mereka menaikkan papan kayu tempat berdagang itu ke atas truk.
Mereka baru kalang-kabut setelah warga marah. Bentrokan pun terjadi, namun dilaporkan tak ada korban jiwa dalam bentrokan itu. Akibat bentrokan tersebut, jalan dari Tangerang menuju ke arah bandara juga ke Teluk Naga macet. Antrean kendaraan mencapai 1 kilometer. Setengah jam kemudian bentrokan berakhir, jalanan pun kembali lancar.
Seorang pedagang, Baharudin, mengatakan, mereka beraksi karena kecewa terhadap petugas yang menggusur mereka. Sebab, menurut dia, penertiban itu dilakukan tanpa pemberitahuan. Secara pribadi, Baharudin juga mengaku jengkel dengan kebijakan pemerintah yang dinilainya tak berbalas budi itu.
Petugas Ketenteraman dan Ketertiban Kota Tangerang yang dipimpin Agus Prasetyo mengatakan, penggusuran pedagang itu memang sudah diprogramkan. "Kami melaksanakan Perda No. 18/2000," ujarnya. Perda itu menyebutkan soal pentingnya ketertiban, keindahan, dan kebersihan (K3) yang harus dilaksanakan Pemerintah Kota Tangerang.
(Ayu Cipta—Tempo News Room)
|