|
Metro
Angkutan Pulo Gadung-Perumnas Bekasi Tumpang Tindih
16 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi: Ratusan sopir angkutan kota (angkot) trayek K-01 jurusan Pulo Gadung-Perumnas III Bekasi, Rabu (16/7) unjuk rasa. Mereka mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi di Jalan Juanda memprotes menumpuknya trayek angkot.
Penumpang di jalur ini kemarin banyak yang telantar. Warga kebingungan mencari angkutan yang melayani jalur tersebut. Menurut sopir, akibat tumpang tindihnya trayek di antara mereka sering terlibat cekcok. Akibat berikutnya, perebutan penumpang di jalan yang berbuntut pertengkaran antarsopir tak terhindarkan.
"Banyaknya angkot yang menyerobot membuat pendapatan kami menurun. Padahal, kami harus mengejar setoran Rp 150 ribu per hari," keluh Karona. Ketua Pengurus Trayek K-01 itu menambahkan, aksi para sopir mendesak Dinas Perhubungan menata kembali trayek angkot. Angkutan liar yang menyerobot rute Pulo Gadung-Perumnas III harus segera ditarik.
Diungkapkan Karona, angkot yang menyerobot jalur K-01 antara lain trayek K-30 jurusan Ujung Harapan-Terminal Bekasi, trayek K-07 jurusan Terminal Bekasi, trayek 04 jurusan Perumnas I-Terminal Bekasi, trayek K-31 jurusan Harapan Indah-Terminal Bekasi. "Itu belum termasuk angkutan gelap," katanya.
Menurut Karona, trayek liar tersebut menyerobot melalui Jalan Juanda, daerah Bulan-bulan. Trayek K-07 dan trayek K-30, misalnya, jalur yang dilalui seharusnya dari terminal urus Jalan Hasibuan, kemudian ke Jalan A. Yani, saat ini memotong Jalan Juanda dan menaikkan penumpang di sepanjang jalan itu. "Angkot kami punya trayek resmi, kenapa angkot lain dibiarkan ngetem dan mengambil penumpang di jalur K-01," ujar Silitonga, sopir angkot.
Kepala Subdinas Angkutan Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Gunawan. Johan menjanjikan kepada para sopir segera menertibkan penyerobotan jalur tersebut. Dia minta, aksi unjuk rasa dan mogok operasi dilakukan sekali ini saja. (Ramidi—Tempo News Room)
|