|
Metro
Perampok Tembak Korban dan Sikat Rp 82 Juta di Pluit
08 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wahyudin, Satpam Bank BNI Pluit patut diacungi jempol. Betapa tidak. Tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya, dia segera berlari mengejar perampok. Satu tembakan dilepaskan dan mengenai seorang perampok. Namun perampok lainnya membalas dan mengenai pundak kanan Wahyudin, 26 tahun. Perampok itu berhasil lolos dengan membawa kabur uang Rp 82 juta dari tangan Misno.
Misno, nasabah Bank Mandiri Pluit Kencana, Selasa (8/7) sekitar pukul 14.00 WIB hendak menyetorkan uang ke bank tersebut. Ketika hendak memarkir motor di halaman bank, tiba-tiba satu orang yang memakai jaket berwarna hitam merebut tas yang dibawa Misno. “Karena menolak menyerahkan uangnya maka paha kanan korban ditembak oleh pelaku,” ujar Maulana, saksi mata, yang ketika itu berada di mobilnya yang berjarak lima meter dari tempat kejadian.
Mendengar tembakan, warga sekitar berteriak ada perampokan. Wahyudin, Satpam BNI yang letaknya persis bersebelahan dengan Bank Mandiri, keluar. Terjadi baku tembak yang menyebabkan dirinya luka. Wahyudin, kini dirawat di unit gawat darurat Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara. Begitu juga dengan Misno.
Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara Komisaris Polisi Krisna Mukti, yang ditemui dilokasi kejadian menjelaskan bahwa senjata api yang digunakan perampok sejenis revolver. Menurutnya, korban saat itu baru saja mengambil uang sejumlah Rp 82 juta rupiah yang ditaruh dalam tas hitam dari Bank Central Asia Pluit, Jakarta Utara. Korban hendak menyetorkan uang tersebut ke Bank Mandiri ketika tiba-tiba tasnya diambil.
Krisna juga mengatkan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memprediksi siapa pelakunya. “Tapi saya telah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan rumah sakit di seluruh Jakarta,” ujarnya. (Mahdi—Tempo News Room)
|