|
Metro
SLTP 56 Melawai Tetap Menerima Siswa Baru
08 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: SLTP 56 Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tetap menerima murid baru kendati kasus ruislag (tukar guling) gedung sekolah tersebut masih bermasalah.
“Kami tetap membuka pendaftaran bagi siswa baru setelah bertemu dengan Komisi II dan VI DPR,” kata Nurlaila, salah seorang guru di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/7).
Pengadilan memang masih menyidangkan kasus ini. Departemen Pendidikan Nasional dan PT Tata Disantara yang disebut-sebut satu grup dengan Pasaraya, setuju untuk menukar gedung SLTP 56 ini dengan lahan di kawasan Jeruk Purut. Sejumlah guru dan orang tua murid tidak setuju dengan rencana tersebut dan melakukan gugatan ke pengadilan.
Menurut Nurlaila, saat ini sudah ada 80 siswa baru yang mendaftar di SLTP 56 Melawai. “Mungkin karena lokasinya yang strategis maka banyak yang berminat untuk mendaftar walaupun saat ini SLTP 56 Melawai sedang bermasalah,” katanya. Dijelaskan, kendati terbagi dua kelompok, yakni Melawai dan Jeruk Purut, SLTP 56 tetap berada dalam satu kepemimpinan yakni Agus Bambang sebagai kepala sekolah. “Namun sebagai pelaksana harian di SLTP 56 adalah Bagus,” kata Lis, Ketua POMI SLTP 56 Melawai.
Lis menambahkan bahwa pendaftaran siswa baru tersebut didukung oleh Hamdan Zulfan dan Ahmad Sumargono dari Komisi II DPRI RI. “Sah-sah saja SLTP 56 Melawai membuka pendaftaran bagi siswa baru, karena belum ada surat keputusan dari Departemen Pendidikan Nasional mengenai pemindahan atau pemugaran SLTP 56 Melawai,” ujarnya. (Poernomo G. Ridho—Tempo News Room)
|